IHSG Berpotensi Uji Level 6.225-6.280 di Pekan Ini

IHSG Berpotensi Uji Level 6.225-6.280 di Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka bertenaga pada perdagangan Senin. Apresiasi ini terjadi seiring respons positif para pelaku pasar terhadap periode perilisan laporan keuangan emiten untuk kuartal II-2026 serta semester I-2026.

Pada awal perdagangan, IHSG melonjak sebesar 21,95 poin atau sekitar 0,36 persen menuju area 6.197,48. Sejalan dengan itu, indeks saham-saham likuid atau LQ45 juga merangkak naik 2,93 poin atau 0,47 persen ke tingkat 624,84.

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6,225-6,280 pada pekan ini,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Melihat rekam jejak historis dalam satu dekade terakhir, performa IHSG memang cenderung mencatatkan tren positif setiap bulan Juli. Pola musiman ini didorong oleh momentum publikasi kinerja keuangan berkala dari perusahaan-perusahaan yang melantai di pasar modal domestik.

Untuk agenda pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait penentuan arah BI-Rate. Selain itu, investor mengantisipasi rilis data pertumbuhan kredit pada Rabu (22/07) serta data M2 Money Supply pada Kamis (23/7).

Ratna menjelaskan bahwa kondisi pasar dalam negeri kian kondusif, yang tercermin dari aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing selama dua hari berturut-turut pada pekan sebelumnya.

“Namun meningkatnya harga minyak menjadi risiko yang perlu diwaspadai karena berpengaruh terhadap prospek defisit APBN, inflasi, Rupiah, serta suku bunga,” ujar Ratna.

Beralih ke ranah eksternal, dinamika ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berisiko kembali menyita perhatian pelaku pasar global, terlebih kenaikan harga minyak berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga dari sejumlah bank sentral dunia.

Di sisi lain, sektor teknologi yang berbasis kecerdasan buatan (AI) akan menghadapi ujian lewat publikasi laporan keuangan dari korporasi skala besar (hyperscaler), manufaktur cip, dan penyedia infrastruktur, seperti Alphabet, Intel, Tesla, hingga GE Vernova.

Dari benua Eropa, European Central Bank (ECB) dijadwalkan akan mengumumkan kebijakan moneter terbaru mereka. Sementara itu, Inggris bersiap merilis rangkaian data ekonomi penting mulai dari angka inflasi, tingkat pengangguran, hingga performa penjualan ritel.

Pada penutupan perdagangan Jumat (17/07) lampau, pasar saham Eropa berakhir bervariasi. Indeks Euro Stoxx 50 terkoreksi 0,84 persen, DAX Jerman menyusut 0,34 persen, dan CAC 40 Prancis terpangkas 0,47 persen, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris mampu melaju positif 0,27 persen.

Kondisi sebaliknya menimpa bursa Wall Street di AS yang kompak mendarat di zona merah pada Jumat (17/07). Indeks S&P 500 terdepresiasi 1,01 persen ke posisi 7.457,69, indeks Nasdaq Composite merosot 1,40 persen ke 25.520,24, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,77 persen ke level 52.146,42.

Untuk wilayah regional Asia pada pagi hari ini, mayoritas indeks bergerak bertenaga. Indeks Shanghai menguat 0,47 persen ke 3.781,95, Hang Seng melesat 1,90 persen ke 25.028,00, dan Strait Times naik tipis 0,02 persen ke 5.510,08. 

Hanya indeks Kospi yang terpantau terkoreksi dalam sebesar 3,49 persen ke posisi 6.582,66, sementara bursa saham Jepang (Nikkei) berhenti beroperasi karena sedang memperingati Hari Maritim (Umi no Hi).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index