Wakapolda Metro Buka Pendidikan 775 Siswa Bintara Polri SPKT 2026

Wakapolda Metro Buka Pendidikan 775 Siswa Bintara Polri SPKT 2026
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono. (Foto: NET)

JAKARTA - Sebanyak 775 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran (TA) 2026 telah memulai masa pendidikan mereka di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Upacara pembukaan masa pendidikan ini dipimpin secara langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono selaku inspektur upacara pada Senin. Acara tersebut juga dihadiri oleh deretan Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya.

?"Para siswa yang berasal dari 34 Polda di seluruh Indonesia ini akan menjalani masa pendidikan selama lima bulan ke depan," kata Brigjen Pol Dekananto saat membacakan amanat Kalemdiklat Polri Komjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak di Bogor, Senin (20/7/2026).

Melalui amanat tertulisnya, Kalemdiklat Polri memaparkan bahwa secara nasional, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2026 ini diikuti oleh total 4.799 peserta didik. 

Angka tersebut terbagi atas 4.090 siswa yang tersebar di 31 SPN Polda serta 709 siswi yang menempuh pendidikan di Sekolah Polwan (Sepolwan) Polri.

Ia turut mengingatkan seluruh peserta didik bahwa kurun waktu lima bulan ke depan bakal menjadi fase krusial dalam bertransformasi dari masyarakat sipil menjadi insan Bhayangkara yang tangguh.

?"Saudara akan berproses menjadi insan Bhayangkara melalui jadwal pendidikan yang padat, latihan yang melelahkan, tuntutan disiplin yang keras, serta berbagai ujian fisik, mental, dan pengetahuan kepolisian," ujarnya. ?

Oleh sebab itu, para siswa diharapkan bisa cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan lembaga pendidikan, mematuhi semua peraturan, menghormati tenaga pendidik serta pengasuh, sekaligus membangun soliditas kebersamaan dengan menyingkirkan sikap individualistis.

?"Jangan hanya berusaha menjadi peserta didik yang sekadar lulus, tetapi jadilah lulusan yang benar-benar siap melayani masyarakat dan dapat diandalkan oleh organisasi," tegasnya.

Pada sisi lain, Kalemdiklat Polri menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ini kepada para Kapolda, kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh agar dapat dijalankan secara profesional lewat kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Secara tegas, Dekananto juga memberikan instruksi agar jalannya proses pendidikan ini dibersihkan dari segala bentuk tindakan kekerasan ataupun perundungan (bullying).

?"Hindari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat. Pendidikan yang keras tidak harus kasar, latihan yang berat tidak boleh menghilangkan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam," tutur Kalemdiklat dalam amanatnya.

Ia juga meminta kepada para tenaga pendidik supaya mampu menjadi contoh hidup bagi para peserta didik, baik dari segi sikap, ucapan, disiplin, hingga integritas.

Lewat program pendidikan ini, Polri menargetkan lahirnya Bintara Polri Kemampuan SPKT yang profesional, memiliki integritas, humanis, serta siap sedia menghadirkan pelayanan prima untuk masyarakat selaras dengan semangat Polri Presisi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index