Efek Samping

5 Efek Samping Minum Matcha Berlebihan yang Perlu Diwaspadai untuk Kesehatan Tubuh

5 Efek Samping Minum Matcha Berlebihan yang Perlu Diwaspadai untuk  Kesehatan Tubuh
5 Efek Samping Minum Matcha Berlebihan yang Perlu Diwaspadai untuk Kesehatan Tubuh

JAKARTA - Popularitas matcha terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. 

Minuman berbahan dasar teh hijau bubuk ini kerap dipilih karena dianggap lebih sehat dibandingkan minuman berkafein lain. Warna hijau cerah, rasa khas, serta klaim manfaatnya membuat matcha digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari pencinta gaya hidup sehat hingga mereka yang ingin meningkatkan energi dan fokus.

Matcha dikenal kaya antioksidan dan sering dikaitkan dengan manfaat seperti membantu konsentrasi, memberikan energi yang lebih stabil, serta mendukung metabolisme tubuh. Tidak sedikit orang yang menjadikannya sebagai alternatif kopi atau minuman manis sehari-hari. Namun, di balik berbagai kelebihannya, matcha tetap mengandung senyawa aktif yang dapat menimbulkan dampak tertentu jika dikonsumsi secara berlebihan.

Kandungan kafein, katekin, serta epigallocatechin gallate (EGCG) dalam matcha memang bermanfaat dalam jumlah wajar. Akan tetapi, asupan yang terlalu sering atau berlebihan justru berpotensi menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko yang mungkin muncul agar konsumsi matcha tetap aman dan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Efek Samping Minum Matcha Berlebihan bagi Kesehatan

Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa efek samping minum matcha berlebihan yang perlu diperhatikan.

1. Reaksi Alergi Serius

Meski tergolong jarang, matcha dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Reaksi ini bisa bersifat ringan hingga berat. Dalam kondisi serius, gejala yang muncul dapat berupa sesak napas, rasa gatal yang intens, hingga timbulnya ruam pada kulit.

Jika setelah mengonsumsi matcha muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera menghentikan konsumsi dan mencari bantuan medis. Reaksi alergi yang tidak ditangani dengan cepat berpotensi membahayakan kondisi tubuh.

2. Risiko Kanker Kerongkongan

Minum teh dalam kondisi terlalu panas, termasuk matcha, diketahui dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Kerongkongan merupakan saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung, dan paparan panas berulang dapat merusak jaringan di area tersebut.

Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain sulit menelan, batuk yang berlangsung terus-menerus, rasa panas atau nyeri di dada, serta perubahan suara menjadi serak. Risiko ini tidak hanya berkaitan dengan matcha, tetapi juga kebiasaan mengonsumsi minuman panas secara berlebihan.

3. Tekanan Darah Tinggi

Teh hijau, termasuk matcha, dapat memicu peningkatan tekanan darah pada sebagian orang. Efek ini lebih mungkin terjadi jika matcha dikonsumsi dalam jumlah besar atau terlalu sering.

Tekanan darah yang terus meningkat dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit serius, seperti serangan jantung dan stroke. Oleh sebab itu, individu dengan tekanan darah tinggi perlu lebih berhati-hati dan memperhatikan reaksi tubuh saat mengonsumsi matcha.

4. Masalah pada Hati

Konsumsi teh hijau dalam jumlah sangat besar, terutama dengan kandungan EGCG mencapai 800 mg atau lebih, berpotensi meningkatkan risiko gangguan fungsi hati. Senyawa ini memang memiliki sifat antioksidan, tetapi dalam dosis tinggi dapat memberikan tekanan berlebih pada organ hati.

Beberapa tanda gangguan hati yang perlu diwaspadai antara lain nyeri di bagian kanan atas perut, urine berwarna gelap, serta perubahan warna kulit dan mata menjadi kekuningan. Jika gejala tersebut muncul, konsumsi matcha sebaiknya segera dihentikan dan dilakukan pemeriksaan medis.

5. Penurunan Penyerapan Zat Besi

Matcha mengandung katekin, yaitu senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi. Kondisi ini dapat berdampak pada keseimbangan nutrisi, khususnya bagi individu yang rentan mengalami kekurangan zat besi.

Penyerapan zat besi yang terganggu dalam jangka panjang dapat memicu kelelahan, penurunan daya tahan tubuh, hingga masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, konsumsi matcha sebaiknya tidak dilakukan berdekatan dengan waktu makan utama yang kaya zat besi.

Siapa yang Sebaiknya Menghindari Matcha?

Dalam kondisi tertentu, tenaga kesehatan dapat menyarankan seseorang untuk menghindari atau membatasi konsumsi matcha. Beberapa kelompok yang perlu berhati-hati antara lain:

Memiliki alergi terhadap tanaman teh atau komponen di dalamnya

Sedang hamil atau menyusui, karena batas aman konsumsi EGCG masih terbatas dan memerlukan pengawasan

Berusia di atas 65 tahun, karena risiko efek samping dapat lebih tinggi

Anak-anak, mengingat data keamanan konsumsi matcha pada anak masih sangat terbatas

Memiliki risiko atau riwayat kanker kerongkongan

Menderita tekanan darah tinggi

Mengalami gangguan fungsi hati

Jika Anda termasuk dalam salah satu kategori tersebut, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi matcha.

Matcha tetap dapat menjadi minuman yang bermanfaat jika dikonsumsi secara bijak. Memahami batas aman dan potensi efek sampingnya akan membantu Anda menikmati manfaat matcha tanpa mengorbankan kesehatan. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index