JAKARTA – Petarung MMA asal Spanyol, Ilia Topuria, baru saja mengungkapkan julukan baru untuk dirinya setelah memutuskan untuk pindah dari kelas bulu (featherweight) ke kelas ringan (lightweight) UFC. Dalam sebuah acara bincang-bincang yang digelar di Toledo, Spanyol, Topuria mengumumkan bahwa julukan barunya adalah "La Leyenda", yang berarti "Sang Legenda." Keputusan ini muncul setelah ia mengosongkan gelar juara kelas bulu yang telah ia raih, dan kini siap untuk menghadapi tantangan baru di divisi yang lebih tinggi.
"Saya akan menggunakan nama 'La Leyenda' untuk perjalanan saya selanjutnya di UFC," ujar Topuria dalam wawancara tersebut. “Nama ini memiliki makna yang dalam, bukan hanya untuk karir saya, tetapi juga untuk para penggemar dan semua orang yang telah mendukung saya sejak awal.” Julukan ini menggantikan nama lamanya, "El Matador," yang sudah melekat erat dalam perjalanan karirnya sebagai petarung UFC.
Keputusan Mengosongkan Gelar Kelas Bulu
Topuria mengumumkan pengosongan gelar juara kelas bulu UFC pada minggu lalu. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapannya untuk bertarung di kelas ringan UFC, dengan tujuan mengejar tantangan baru dan meraih lebih banyak gelar di divisi yang lebih tinggi. CEO UFC, Dana White, mendukung penuh keputusan Topuria dan menyatakan bahwa ini adalah langkah yang penuh harapan bagi sang petarung.
Gelar kelas bulu yang kini lowong akan diperebutkan dalam pertarungan antara Alexander Volkanovski, yang sebelumnya kalah dari Topuria, dan Diego Lopes pada UFC 314 yang akan digelar pada 12 April 2025 di Miami, Amerika Serikat.
Julukan Baru "La Leyenda" Sebagai Simbol Perubahan
Julukan "El Matador" memang sudah sangat melekat pada Topuria sepanjang karirnya. Sebagai petarung yang dikenal agresif dan dominan, julukan tersebut mencerminkan gaya bertarungnya yang penuh semangat dan ketajaman. Namun, dengan keputusan untuk beralih ke kelas ringan, Topuria merasa saatnya untuk menanggalkan julukan tersebut dan mengambil langkah baru.
"Saya percaya terlebih dahulu, lalu saya melihatnya," ungkap Topuria. "Itulah yang saya katakan sejak awal. 'La Leyenda' adalah julukan yang akan menemani saya ke pertarungan berikutnya," tambahnya. Menurutnya, perubahan julukan ini adalah simbol dari perubahan besar dalam karirnya, dan ia siap untuk menghadapi tantangan lebih besar di divisi kelas ringan yang kompetitif.
Kemenangan Spektakuler dan Perjalanan Kejuaraan
Pada 2024, Ilia Topuria menunjukkan dominasinya di kelas bulu dengan meraih gelar juara setelah memenangkan pertarungan melawan Alexander Volkanovski dalam sebuah laga yang spektakuler dengan kemenangan knockout (KO) di UFC 298. Kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karirnya. Topuria tidak hanya menang, tetapi ia juga mencatat sejarah dengan menjadi petarung pertama yang berhasil mengalahkan Max Holloway dengan KO dalam pertahanan gelar tunggalnya di UFC 308 pada Oktober 2024.
Kemenangan-kemenangan tersebut tidak hanya membuktikan kualitas Topuria sebagai petarung, tetapi juga membangun reputasinya sebagai salah satu petarung paling menakutkan di UFC. Momen-momen kemenangan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia merasa julukan "La Leyenda" sangat cocok untuk fase karirnya yang baru.
Persaingan di Kelas Ringan UFC
Setelah memutuskan untuk mengosongkan gelar kelas bulu dan naik ke kelas ringan, Topuria kini menghadapi tantangan baru yang tak kalah berat. Kelas ringan UFC merupakan salah satu divisi yang paling kompetitif dengan banyak petarung hebat seperti Islam Makhachev, Charles Oliveira, dan Dustin Poirier. Namun, dengan kemampuan bertarung yang luar biasa dan rekor yang mengesankan, Topuria yakin bahwa ia siap untuk menghadapi siapa saja di divisi ini.
Keputusan untuk naik ke kelas ringan ini juga membuka peluang bagi Topuria untuk mendapatkan lebih banyak perhatian dari penggemar MMA di seluruh dunia. Dengan julukan baru "La Leyenda," ia berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk percaya pada diri mereka sendiri dan mengejar impian mereka, sama seperti dirinya.
Perubahan julukan Ilia Topuria dari "El Matador" menjadi "La Leyenda" menandai awal babak baru dalam karir MMA sang juara. Dengan langkah berani untuk naik ke kelas ringan UFC, Topuria menunjukkan bahwa ia siap menghadapi tantangan yang lebih besar dan terus menorehkan prestasi di dunia pertarungan. Dengan julukan barunya, "La Leyenda," ia berharap dapat terus meraih kesuksesan dan mengukir sejarah lebih lanjut di UFC.
Kemenangan-kemenangan spektakulernya di masa lalu serta keputusan untuk bergerak ke divisi yang lebih kompetitif membuat petarung asal Spanyol ini menjadi sosok yang patut diperhitungkan di dunia MMA. Para penggemar dan petarung lainnya akan terus memantau perjalanan Topuria di kelas ringan, dan tak diragukan lagi, julukan "La Leyenda" akan semakin menguatkan namanya di dunia pertarungan.