JAKARTA - Dalam lanjutan Serie A yang berlangsung di Stadio Renato Dall’Ara pada Jumat (28/2) dini hari WIB, AC Milan harus kembali menelan pil pahit kekalahan. Usai kalah dari lawan sebelumnya, kali ini Rossoneri takluk 1-2 dari Bologna. Kemenangan bagi tuan rumah ini memastikan perjalanan AC Milan kian berat dalam mengejar posisi empat besar.
Babak Pertama: Peluang Demi Peluang
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Kedua tim langsung menampilkan permainan menyerang. Baru memasuki menit ke-3, Bologna sudah membuat jantung pertahanan Milan bergetar lewat aksi Santiago Castro yang melesakkan bola ke arah gawang, tetapi sayangnya tendangan tersebut masih melebar.
AC Milan tak tinggal diam. Di menit ke-15, giliran Joao Felix yang mencoba peruntungannya dengan tembakan keras, meski sayangnya arah bola belum tepat sasaran. Tim tamu kembali memeragakan serangan di menit ke-19, namun tendangan sudut yang diperoleh setelah Nicolo Casale menghalau bola keluar belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Di menit ke-23, Bologna berhasil menciptakan peluang serupa, tetapi usaha Santiago Castro terhenti karena kedapatan berada dalam posisi offside. Pertarungan di lini tengah semakin menarik saat wasit memberikan tendangan bebas untuk Milan di menit ke-27 lantaran Rafael Leao dilanggar oleh Dan Ndoye.
Penutup Babak Pertama: Leao Bawa Keunggulan Sementara bagi Milan
Meskipun Bologna juga mendapatkan peluang di menit ke-31 melalui Benjamin Dominguez, tendangannya masih belum membahayakan gawang Mike Maignan. Sebaliknya, peluang demi peluang dari Milan akhirnya membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama.
Di menit ke-44, Rafael Leao berhasil mencetak gol dengan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti, meneruskan umpan cantik dari Santiago Gimenez. Gol ini mengantar Milan unggul 1-0 hingga turun minum.
Babak Kedua: Bologna Balik Menyerang
Memasuki babak kedua, Bologna tampil lebih agresif. Hanya butuh empat menit setelah kick-off, mereka berhasil menyamakan kedudukan. Santiago Castro menjadi penyelamat setelah memanfaatkan umpan manis dari Giovanni Fabbiani yang diselesaikannya dengan tendangan kaki kanan yang tak mampu dihentikan oleh Maignan.
"Gol cepat di babak kedua mengubah dinamika permainan dan memberi kami kepercayaan diri lebih," ujar Giovanni Fabbiani seusai laga.
Setelah itu, Bologna terus menekan pertahanan Milan. Di menit ke-57, Dan Ndoye nyaris menggandakan keunggulan tuan rumah, namun sayang tendangannya masih tidak tepat sasaran. Di sisi lain, Milan yang berambisi mencetak gol kedua sering kali terhenti oleh kokohnya pertahanan Bologna, terutama saat memperoleh beberapa kali tendangan sudut di menit ke-65 dan 69.
Pelatih dari kedua tim mulai melakukan pergantian pemain untuk menyegarkan strategi. Joao Felix ditarik dan digantikan oleh Christian Pulisic pada menit ke-61 untuk Milan, sementara Bologna mengganti Lewis Ferguson dengan Tommaso Pobega di menit ke-73. Pergantian lain dari Milan terjadi di menit ke-77 dengan memasukkan Luka Jovic menggantikan Santiago Gimenez.
Gol Penentu dan Upaya Milan yang Sia-sia
Tekanan konstan yang dilakukan Bologna akhirnya berbuah manis di menit ke-83. Dan Ndoye menjadi pahlawan dengan gol kemenangannya. Menerima umpan dari Nicolo Cambiaghi, Ndoye dengan tenang menaklukkan penjaga gawang Milan untuk membawa tuan rumah unggul 2-1.
"Mencetak gol penentu selalu menjadi momen spesial, terlebih dalam pertandingan ketat seperti ini," kata Dan Ndoye mengenai gol keduanya.
AC Milan berjuang keras untuk keluar dari tekanan dan mencoba menyamakan kedudukan di sisa waktu pertandingan, namun upaya mereka sia-sia. Peluang emas yang dimiliki Rafael Leao di menit ke-86 dianulir wasit karena ia sudah dalam posisi offside.
Hingga akhir pertandingan, skor tetap bertahan 2-1 untuk keunggulan Bologna.
Klasemen dan Dampaknya bagi AC Milan
Kekalahan ini semakin menjerumuskan AC Milan ke posisi yang sulit dalam klasemen sementara. Mereka kini terdampar di urutan kedelapan dengan 41 poin, tertinggal delapan angka dari zona empat besar yang berhak atas tiket Liga Champions.
Sebaliknya, kemenangan ini mendongkrak posisi Bologna ke peringkat keenam dengan selisih tiga poin lebih baik dibandingkan Milan, menjadi harapan baru bagi mereka untuk tetap bersaing di papan atas.
Performa AC Milan yang menurun dalam beberapa pertandingan terakhir membuat banyak pihak, termasuk pelatih dan para pemain, harus mengevaluasi kembali strategi dan kondisi tim untuk kembali meraih hasil positif di laga-laga berikutnya. Pertarungan menuju empat besar belum berakhir, tetapi jalan yang harus ditempuh Rossoneri kini kian terjal.