JAKARTA - Inovasi dalam dunia smartphone seakan tak ada habisnya. Setelah bertahun-tahun konsumen menuntut daya tahan baterai lebih lama, Realme akhirnya menjawab dengan terobosan yang mencengangkan. Pada ajang “828 Fan Festival” di China pekan ini, perusahaan tersebut memperkenalkan perangkat konsep yang langsung menarik perhatian: ponsel dengan baterai super jumbo berkapasitas 15.000 mAh, yang diklaim sebagai yang pertama di dunia.
Langkah ini tidak hanya sekadar pamer kemampuan teknis, melainkan juga menjadi sinyal serius bahwa industri ponsel mulai menaruh perhatian lebih pada daya tahan energi. Selama ini, sebagian besar inovasi ponsel pintar berfokus pada layar, kamera, atau performa chipset. Namun, masalah klasik seperti cepat habisnya baterai sering kali menjadi keluhan utama pengguna.
Tahan Hingga Lima Hari Pemakaian Normal
Dengan kapasitas masif tersebut, Realme mengklaim ponsel ini mampu bertahan hingga lima hari dalam penggunaan normal. Lebih spesifik lagi, baterai bisa menopang pemutaran video selama 50 jam, merekam video hingga 18 jam, atau digunakan bermain game sampai 30 jam nonstop.
Nama perangkat ini sederhana, yakni Realme 15.000 mAh, sesuai dengan daya yang diusung. Walau belum tentu dilepas ke pasaran, konsep tersebut jelas menunjukkan arah baru desain smartphone di masa depan.
Teknologi Baterai Silikon Anoda Penuh
Rahasia di balik kapasitas besar ini terletak pada penggunaan teknologi baterai silikon anoda sepenuhnya. Realme menyebut teknologi tersebut lebih unggul dibanding baterai silikon “reguler” yang saat ini beredar di pasaran.
Teknologi baru ini memungkinkan peningkatan kepadatan energi, sehingga kapasitas baterai bisa diperbesar tanpa membuat ukuran fisik ponsel menjadi tidak wajar. Hasilnya, meskipun membawa baterai 15.000 mAh, dimensi ponsel tetap ramping dengan ketebalan hanya 8,89 mm. Adapun baterainya sendiri memiliki tebal 6,48 mm angka yang relatif tipis untuk ukuran baterai raksasa.
Desain Futuristik dengan Dua Kamera Belakang
Dari sisi penampilan, perangkat konsep ini tampil sederhana namun futuristik. Punggung ponsel dilapisi warna putih dengan ornamen bertuliskan “15.000 mAh”. Kamera belakangnya terdiri dari dua lensa yang disusun horizontal, tanpa modul yang mencolok. Meski begitu, Realme belum membuka spesifikasi detail kamera maupun sistem pengisian cepat yang digunakan.
Rumor yang beredar menyebut bahwa perangkat ini akan dipersenjatai dengan chipset MediaTek Dimensity 7300, RAM 12 GB, penyimpanan internal 256 GB, layar berukuran 6,7 inci, serta sistem operasi Android 15 dengan antarmuka Realme UI 6.0.
Perangkat Konsep Lain: Realme Chill Fan Phone
Selain memperkenalkan ponsel dengan baterai “monster”, Realme juga menghadirkan konsep unik lainnya bernama Realme Chill Fan Phone. Sesuai namanya, perangkat ini memiliki sistem pendingin internal berupa kipas yang ditanam langsung di dalam bodi ponsel.
Tak hanya itu, teknologi pendinginnya juga didukung vapor chamber super luas 7.700 mm persegi serta thermoelectric cooler yang mampu mengubah energi panas menjadi dingin. Dengan kombinasi ketiga teknologi tersebut, Realme mengklaim ponsel ini mampu menjaga suhu perangkat tetap adem hingga 6 derajat Celcius lebih rendah saat dipakai bermain game berat.
Kondisi ini disebut dapat menjaga performa gaming tetap stabil dengan frame rate lebih dari 20 FPS, sehingga pengalaman bermain tidak terganggu meskipun perangkat bekerja ekstra keras.
Masih Berstatus Purwarupa
Baik ponsel dengan baterai 15.000 mAh maupun Chill Fan Phone saat ini masih berstatus purwarupa (prototype). Realme belum memastikan apakah keduanya akan benar-benar masuk ke lini produk komersial atau hanya dijadikan ajang unjuk teknologi.
Jika dilihat dari tren, Realme memang kerap menjadikan perangkat konsep sebagai media untuk memperlihatkan arah inovasi perusahaan. Beberapa teknologi yang awalnya hanya ada di konsep, pada akhirnya diturunkan ke produk komersial mereka.
Gambaran Masa Depan Smartphone
Saat ini, belum ada smartphone di pasar yang menawarkan baterai sebesar 15.000 mAh. Rata-rata kapasitas baterai ponsel flagship berada di kisaran 5.000–6.000 mAh. Dengan langkah Realme, bukan tidak mungkin tren ponsel masa depan akan mulai mengarah ke daya tahan ekstra panjang.
Sementara itu, konsep pendingin di Chill Fan Phone juga bukan hal yang benar-benar baru. Teknologi serupa sudah terlihat pada seri Realme GT7, yang menggunakan vapor chamber 7.700 mm persegi dan teknologi IceSense Graphene untuk mendinginkan perangkat. Namun, integrasi kipas internal plus pendingin thermoelectric tentu memberikan nilai tambah tersendiri.
Menjawab Kebutuhan Pengguna Modern
Bagi pengguna yang aktif bekerja, bermain game, atau mengonsumsi konten digital seharian penuh, daya tahan baterai dan manajemen suhu menjadi dua faktor utama yang sangat menentukan kenyamanan. Realme tampaknya memahami hal ini dan mencoba menjawabnya melalui dua inovasi sekaligus.
Walaupun belum tentu dirilis secara massal, langkah Realme memamerkan ponsel dengan baterai super jumbo dan sistem pendingin canggih ini bisa menjadi titik awal perubahan. Jika terbukti mendapat respon positif, tak menutup kemungkinan teknologi tersebut akan diturunkan ke produk-produk Realme berikutnya, atau bahkan diadopsi oleh brand lain di industri smartphone.