Kinerja Semester I-2026: Pendapatan CDIA Tumbuh, Laba Tertekan 74%

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:27:32 WIB
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan performa keuangan yang kokoh sepanjang paruh pertama tahun 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan performa keuangan yang kokoh sepanjang paruh pertama tahun 2026, sejalan dengan eksekusi strategi ekspansi infrastruktur jangka panjang yang terus berjalan.

Perolehan pendapatan bersih perseroan melonjak hingga 22,8% secara tahunan (yoy) menjadi sebesar US$ 82,1 juta pada semester I-2026. 

Lonjakan tersebut utamanya ditopang oleh performa lini bisnis logistik yang melesat 80,2% yoy ke angka US$ 27 juta, berkat ekspansi masif pada sektor logistik darat dan maritim. 

Pendapatan dari sektor energi pun ikut terdongkrak 5,4% menjadi sebesar US$ 51,8 juta, sedangkan laba kotor tetap menunjukkan resiliensi dengan pertumbuhan sebesar 2,8% yoy menjadi US$ 19,6 juta.

CDIA juga berhasil menjaga profitabilitas dengan raihan EBITDA yang terkerek naik 25,3% yoy menjadi US$ 31,6 juta. 

Sementara itu, margin EBITDA juga ikut merangkak naik dari posisi 37,7% menjadi 38,5%, yang menggambarkan besarnya andil dari diversifikasi platform infrastruktur yang dimiliki perusahaan.

Di sisi lain, laba bersih CDIA justru menyusut sebesar 74% yoy menjadi US$ 19,3 juta pada semester I-2026, dengan raihan margin laba bersih di posisi 23,5%. 

Koreksi ini dipicu oleh pembengkakan beban pokok pendapatan sebesar 30,9% yoy yang menyentuh angka US$ 62,5 juta pada paruh pertama tahun ini.

Meski begitu, CDIA tetap mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan kepemilikan kas, setara kas, serta surat berharga senilai US$ 658,7 juta, didukung rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 41% per 30 Juni 2026.

"Posisi likuiditas yang kuat ini memberikan fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis, sekaligus menjalankan investasi secara disiplin guna meningkatkan pendapatan berulang dan berbasis kontrak," tulis Manajemen CDIA dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/7/2026).

Sepanjang enam bulan pertama ini, CDIA mengukir capaian penting lewat pelayaran serta penyandaran perdana (maiden voyage & maiden berthing) kapal Novah, armada logistik zat cair kimia teranyar berkapasitas 9.000 DWT hasil kolaborasi dengan Usuki Shipyard. 

Kehadiran armada ini memperkokoh lini logistik laut CDI, meningkatkan reliabilitas operasional pada rute domestik maupun global, sekaligus menyokong peningkatan kebutuhan distribusi zat kimia dan rantai pasok manufaktur di wilayah operasional.

"Kami juga memperluas bisnis di luar angkutan konvensional bahan kimia dan gas melalui investasi strategis," lanjut Manajemen CDIA.

Untuk itu, perseroan menggelontorkan dana sebesar US$ 90 juta demi mencaplok 40% kepemilikan saham di PT Armada Maritim Persada guna melebarkan sayap di sektor logistik tambang serta jasa manajemen kepelabuhanan. 

CDIA turut mengalokasikan investasi US$ 15,5 juta untuk menguasai 49% saham Petrosea Services Solutions Pte. Ltd., sebuah langkah strategis yang membuka akses ke jaringan klien yang lebih luas, diversifikasi arus logistik kargo, serta prospek dividen di masa depan untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang.

Pada pilar bisnis Kepelabuhanan & Penyimpanan, PT SCG Barito Logistics menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Bandar Samudera guna mengkaji potensi layanan tangki ISO, penyimpanan kontainer kering, serta fasilitas lift-on/lift-off di area Krakatau International Port. 

Pada saat yang sama, pengerjaan fasilitas tangki bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik (m³) di wilayah Merak telah berjalan sekitar 75%, dan diproyeksikan mulai beroperasi sesuai target pada kuartal ketiga tahun 2026.

Sedangkan pada pilar Energi, CDIA konsisten memperluas portofolio bisnis hijau melalui penjajakan peluang usaha rendah karbon.

PT Chandra Waste Energy, entitas anak usaha CDIA secara tidak langsung, bersama dengan mitra konsorsiumnya dipercaya untuk menggarap studi kelayakan pada proyek waste-to-energy Danantara di wilayah Serang. 

Penunjukan strategis ini menandai milestones penting dalam komersialisasi pembangkit listrik berbasis sampah sekaligus membuktikan komitmen nyata perusahaan dalam menghadirkan solusi infrastruktur yang ramah lingkungan.

Menatap prospek ke depan, CDIA akan tetap fokus merampungkan proyek-proyek yang sedang berjalan, mengoptimalkan aset-aset baru yang siap beroperasi, mendongkrak porsi pendapatan dari pihak ketiga, serta mengalokasikan modal secara selektif demi memperkuat integrasi platform infrastrukturnya. 

Lewat manajemen yang disiplin serta alokasi modal yang berhati-hati, CDIA berkomitmen penuh untuk menghadirkan nilai tambah jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang sahamnya.

Terkini