JAKARTA - Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur konektivitas, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), melebarkan sayap portofolio bisnisnya ke sektor layanan digital korporasi.
Langkah ini ditandai dengan perilisan NewConnext yang bertujuan untuk meraih peluang dari meningkatnya kebutuhan transformasi digital di ranah perusahaan.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menjelaskan bahwa NewConnext dioperasikan lewat anak usaha mereka, yakni PT Data Prima Solusindo.
Unit ini bertugas menyajikan layanan digital terpadu yang meliputi konektivitas, pusat data, otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), sampai pemenuhan kebutuhan tenaga profesional.
"Kehadiran NewConnext memperkuat kemampuan kami untuk masuk lebih dalam ke kebutuhan pelanggan korporasi, mulai dari konektivitas, infrastruktur pendukung, layanan digital, hingga solusi operasional yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan transformasi digital," ujar Arif dalam pernyataan resminya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Peresmian layanan baru ini berlangsung di Jakarta pada Senin (27/7), di tengah tren lonjakan kebutuhan infrastruktur digital di dalam negeri yang dipicu oleh adopsi kecerdasan buatan, komputasi awan, serta perkembangan ekonomi digital.
Menurutnya, dunia usaha saat ini memerlukan penyediaan layanan digital yang saling terintegrasi sekaligus fleksibel mengikuti dinamika operasional kerja.
"Segmen korporasi membutuhkan mitra yang memahami infrastruktur, teknologi, dan kebutuhan operasional bisnis. Melalui NewConnext, kami ingin memperluas peran INET dari penyedia infrastruktur menjadi mitra pertumbuhan digital bagi pelanggan enterprise," tuturnya.
CEO NewConnext, Noertattu Supanery, menguraikan bahwa skema layanan yang dirancang ini menyatukan infrastruktur kabel domestik maupun global, pusat data, otomatisasi AI, hingga solusi penyediaan talenta terampil ke dalam satu ekosistem demi menyokong digitalisasi korporasi pelanggan.
Ia menambahkan bahwa cakupan NewConnext meliputi sektor konektivitas, infrastruktur IT, sokongan pusat data, otomatisasi operasional bisnis, hingga penyediaan tenaga ahli yang adaptif dengan kebutuhan mitra.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital mengumumkan adanya kenaikan kapasitas pusat data nasional, dari kisaran 180 megawatt (MW) pada Oktober 2024 menjadi 290 MW pada Juni 2025. Hal ini dilakukan guna merespons tingginya volume pemrosesan dan penyimpanan data domestik.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur pusat data memegang peranan krusial sebagai fondasi utama pengembangan teknologi AI dan penguatan ekonomi digital di tanah air.
Di samping kesiapan infrastruktur, aspek SDM juga menjadi penentu keberhasilan transformasi digital.
Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2025 tercatat bertengger di angka 44,53 poin, atau naik sebesar 1,19 poin dari tahun lalu, kendati pemerintah terus menggenjot peningkatan kapabilitas digital warga.
Pihak manajemen berharap ceruk pasar korporasi ini mampu menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perseroan, sejalan dengan tingginya urgensi perusahaan terhadap aspek konektivitas, proteksi data, efisiensi kerja, serta implementasi teknologi digital.
Ke depan, manajemen bakal menggulirkan layanan NewConnext ini secara bertahap dengan senantiasa menjaga kesiapan aspek operasional, kepatuhan tata kelola, dan kontinuitas performa layanan.