Garuda Jadi Holding Maskapai BUMN, AHY Optimistis Konektivitas Kuat

Senin, 27 Juli 2026 | 21:44:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa rencana menjadikan Garuda Indonesia sebagai holding maskapai penerbangan BUMN mampu menopang konektivitas serta ekosistem kedirgantaraan di tanah air.

"Terkait dengan sektor transportasi udara, saya mendukung dirgantara dan maskapai domestik, khususnya flag carrier kami Garuda Indonesia, ini juga membuka ruang yang luas, karena memang kebutuhan penerbangan ini masih tinggi sekali, apalagi memang negara kami negara kepulauan, banyak yang harus ditembus menggunakan pesawat," ujar AHY di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia memaparkan bahwa industri penerbangan dalam negeri harus terus ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan publik yang kian meningkat.

"Dengan demikian, ini akan bisa mudah-mudahan mengurangi biaya transportasi udara dan mengembangkan ekosistem kedirgantaraan industri kami, itu juga penting sekali," katanya.

Sebagai informasi, Danantara bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) tengah mengupayakan penggabungan maskapai penerbangan pelat merah. Langkah penyatuan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia ini dilakukan demi memperkokoh industri penerbangan nasional.

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kami. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.

Dony meyakini bahwa penggabungan maskapai BUMN ini akan mendongkrak kapasitas grup saat bersaing di industri penerbangan. Melalui konsolidasi ini, ia menyebut perusahaan-perusahaan tersebut bakal mempunyai modal yang lebih tangguh untuk berkompetisi sekaligus mendominasi pasar.

Bukan hanya memperkokoh struktur perusahaan, Dony juga menggarisbawahi bahwa bisnis penerbangan menuntut akurasi tingkat tinggi serta ketepatan pengambilan keputusan dalam tiap lini operasional agar performa korporasi tetap aman.

“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kami sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” ujar Dony.

Terkini