Chiesa Siap Buktikan Diri ke Iraola dan Bertahan di Liverpool

Chiesa Siap Buktikan Diri ke Iraola dan Bertahan di Liverpool
Penyerang asal Italia, Federico Chiesa. (Foto: NET)

JAKARTA - Penyerang asal Italia, Federico Chiesa, menegaskan komitmennya untuk tetap merumput bersama Liverpool. 

Pemain bernomor punggung 14 ini juga menyatakan kesiapannya untuk berjuang memperebutkan posisi utama di bawah asuhan manajer baru, Andoni Iraola, pada musim kompetisi kali ini. Pernyataan tersebut ia sampaikan guna merespons rumor seputar masa depannya bersama skuad The Reds.

"Saat ini saya bahagia di Liverpool. Saya mencintai klub ini, para suporternya, semuanya," kata Chiesa, Minggu (27/7). 

"Saya akan melakukan yang terbaik agar mendapat kesempatan bermain di sini. Untuk sekarang, satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah Liverpool."

Rasa optimisme tersebut diungkapkan oleh Chiesa usai dirinya menyumbang satu gol dalam kemenangan pramusim Liverpool atas Sunderland dengan skor 4-2 di Nashville. 

Baginya, kehadiran juru taktik baru menjadi penanda awal lembaran baru dalam kariernya di Anfield. Ia menilai momentum pergantian musim dan kedatangan pelatih anyar merupakan kesempatan emas untuk membuktikan kapasitas terbaiknya.

"Ini adalah babak baru. Kami punya pelatih baru dan saya harus fokus pada hal itu," lanjut mantan pemain Juventus itu. 

"Musim lalu saya juga merasa siap memainkan peran yang lebih besar, tetapi keputusan tetap berada di tangan pelatih." 

"Dia memiliki rencana permainannya sendiri dan saya menghormati keputusan tersebut," tegasnya.

Sebagai informasi, pemain sayap yang dikenal lincah ini didatangkan ke Anfield pada Agustus 2024 dengan nilai transfer mencapai 12,5 juta poundsterling (sekitar Rp 255,7 miliar). 

Kendati demikian, sepanjang dua musim pertamanya, ia lebih banyak menempati bangku cadangan dan hanya dipercaya turun sejak menit awal sebanyak sembilan kali di seluruh kompetisi. Situasi inilah yang sempat memicu kabar burung mengenai rencana kepergiannya.

Meski demikian, Chiesa memaparkan bahwa hingga kini belum ada pembicaraan mendalam secara personal dengan sang arsitek tim mengenai peran spesifiknya untuk musim 2026-2027. Diskusi yang terjalin selama ini masih sebatas pemahaman taktik serta implementasi strategi di lapangan.

"Hari ini dia memainkan saya sebagai penyerang tengah. Sepanjang karier saya lebih sering bermain sebagai winger, tetapi saya juga senang jika dipercaya sebagai striker," tutur Chiesa.

Ia pun menambahkan bahwa gaya kepelatihan yang diterapkan menuntut intensitas tinggi, termasuk kewajiban memenangkan duel satu lawan satu di setiap lini. Pendekatan taktis khas sepak bola Inggris ini sudah mulai dipertajam melalui sesi latihan intensif selama dua pekan terakhir.

Setelah melewati musim kompetisi lalu dengan total 31 laga yang mayoritas dilakoni sebagai pemain pengganti, mantan punggawa Fiorentina ini mengusung misi besar untuk membawa timnya kembali bersaing di jalur juara. 

Ia menganggap posisi kelima yang diraih pada musim sebelumnya tidak mencerminkan reputasi besar yang dimiliki Liverpool.

"Liverpool pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. Dua musim lalu kami juara Liga Inggris." 

"Musim lalu kami nyaris gagal lolos ke Liga Champions dan hanya finis di posisi kelima. Musim ini kami harus tampil lebih baik, termasuk di Liga Champions." 

"Saya yakin kami memiliki skuad yang mampu melakukannya," kata pemain kelahiran Genova pada 25 Oktober 1997 itu.

Selain menargetkan prestasi gemilang bersama klub, performa impresif di level domestik nantinya diharapkan dapat menjadi jalan baginya untuk kembali mengenakan seragam tim nasional Italia. 

Nama Chiesa diketahui absen dari pemanggilan Gli Azzurri sejak berakhirnya ajang Euro 2024. Saat ini, timnas Italia sendiri sedang dalam proses pencarian pelatih baru setelah mundurnya Gennaro Gattuso akibat kegagalan melaju ke putaran final Piala Dunia.

"Saya tentu berharap bisa kembali membela tim nasional karena selalu menjadi kebanggaan bermain untuk negara," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index