Dokter Ingatkan Bahaya Lemak Visceral bagi Jantung dan Pembuluh Darah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 22:04:21 WIB
Ilustrasi - Lemak Visceral. (Foto: NET)

JAKARTA - Tubuh manusia pada dasarnya memerlukan lemak untuk menjalankan beragam fungsi penting, seperti menimbun cadangan energi serta memproteksi organ-organ tubuh yang vital. 

Oleh karena itu, kehadiran lemak pada tubuh tidak boleh dijauhi secara total. Kendati demikian, tidak seluruh jenis lemak di dalam tubuh mendatangkan khasiat yang setara. Salah satu tipe lemak yang patut diwaspadai ialah lemak visceral. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai apa itu lemak visceral.

Lemak Visceral Tidak Melulu Tampak dari Bobot Tubuh

Lemak visceral merupakan jenis lemak yang mengumpul di area sekitar organ dalam manusia, khususnya pada bagian perut seperti usus, pankreas, hingga hati. 

Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) sekaligus dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, mengungkapkan bahwa dalam banyak situasi, penimbunan lemak ini awalnya terdeteksi lewat ukuran lingkar pinggang yang kian melebar.

Cukup banyak individu yang mempunyai indeks massa tubuh di angka normal namun rupanya menimbun lemak visceral dalam jumlah yang berlebih. Fenomena ini kerap disebut sebagai obesitas pada berat badan normal.

"Indeks massa tubuh yang normal bisa saja dimiliki oleh orang yang obesitas sentral. Lemak perutnya atau visceral fat-nya itu tinggi. Ini berbahaya karena visceral fat atau obesitas sentral itu secara langsung merupakan faktor risiko sebenarnya untuk mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah."

Pernyataan tersebut disampaikan oleh dr. Susetyo saat agenda edukasi media yang diinisiasi oleh PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama PERKI di Revenue Tower, Jakarta Selatan pada Kamis (23/07). 

Beliau memaparkan, untuk masyarakat di kawasan Asia, lingkar pinggang yang melewati 90 cm pada pria dan melewati 80 cm pada wanita sudah dikategorikan sebagai obesitas sentral.

"Tidak gemuk, tidak obesitas, tetapi lingkar perutnya melebihi batas itu sebenarnya obesitas sentral. Memang bukan secara antropometri, keseluruhan obesitas, tetapi dia mengalami kelebihan lemak di dalam organ visceral di dalam perut. Itu juga merupakan faktor risiko kardiovaskular,"

Korelasi Lemak Visceral dengan Ancaman Penyakit Kardiovaskular

Berdasarkan penjelasan dr. Susetyo, karakteristik biologis dari lemak visceral inilah yang membuatnya berstatus membahayakan. Lemak jenis ini mempunyai level peradangan yang jauh lebih tinggi jika dikomparasikan dengan lemak yang terletak tepat di bawah lapisan kulit.

"Memang sudah ada penelitiannya secara langsung akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular karena dia inflamasinya lebih tinggi. Inflamasi itu apa? Peradangan."

Kondisi peradangan tersebut mengakibatkan plak lemak yang menempel di pembuluh darah menjadi lebih rentan untuk pecah. 

Saat plak tersebut pecah, material di dalamnya akan bereaksi dengan faktor pembekuan darah sehingga memicu terbentuknya sumbatan yang berujung pada serangan jantung ataupun stroke.

Walau begitu, dr. Susetyo memberi catatan bahwa lemak visceral bukanlah satu-satunya aspek yang wajib diwaspadai. Kadar LDL alias kolesterol jahat di dalam darah tetap memegang peran sebagai determinan utama dalam proses terbentuknya plak aterosklerosis yang menyumbat saluran pembuluh darah.

Solusi Mengeliminasi Lemak Visceral

Mengutip publikasi dari Harvard Health Publishing, metode paling manjur untuk mengikis visceral fat ialah dengan mengombinasikan manajemen pola makan sehat serta aktivitas olahraga yang konsisten, khususnya latihan beban atau strength training yang berguna menaikkan massa otot. 

Latihan jenis ini mampu mendongkrak performa tubuh dalam melumat lemak, sedangkan jenis olahraga aerobik layaknya berenang, jalan cepat, berlari, atau bersepeda berguna untuk mengoptimalkan pembakaran cadangan visceral fat. 

Perpaduan aktivitas tersebut bakal membuahkan hasil yang jauh lebih maksimal apabila ditunjang dengan konsumsi asupan tinggi serat, sumber protein berkualitas, serta pembatasan jumlah kalori harian yang berlebih.

Terkini