Wamenpar Ni Luh Puspa Dorong KEK Samota Mendunia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:14:01 WIB
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pariwisata memperkokoh dukungan guna mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

Kawasan ini disiapkan menjadi destinasi wisata bahari tingkat global yang diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru, menggaet investasi, serta menaikkan taraf hidup warga lokal.

"KEK Samota merupakan aset strategis bagi pariwisata Indonesia karena memadukan keindahan bahari, kekayaan konservasi, dan budaya dalam satu kawasan yang terintegrasi. Kemenpar akan terus memperkuat ekosistem investasi pariwisata di kawasan ini, mulai dari fasilitasi perizinan, pengembangan infrastruktur dan kualitas destinasi, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, hingga promosi investasi secara berkelanjutan," ujar Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa lewat rilis resmi di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Saat memimpin Diskusi Rencana Tindak Lanjut KEK Samota di Seaside Resto, Sumbawa, Jumat (24/7), Wamenpar menyebutkan bahwa KEK Samota menyimpan potensi besar berkat perpaduan kekayaan wisata bahari, area konservasi, budaya daerah, serta peluang investasi yang menjanjikan. 

Modal berharga ini krusial untuk memajukan Samota menjadi destinasi wisata bahari berkelas internasional lewat tata kelola yang terpadu dan berkelanjutan.

Menurut Ni Luh Puspa, pembangunan KEK Samota menerapkan konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan ekonomi kreatif. 

Dengan begitu, proyek ini tidak sekadar menciptakan tujuan wisata bermutu, tetapi juga memperkukuh sektor perikanan, UMKM, peternakan, hingga agroindustri. Pola pendekatan ini diharapkan dapat melahirkan ekosistem ekonomi yang saling bertautan dan memberi dampak positif jangka panjang bagi warga.

Pada aspek aksesibilitas, KEK Samota ditunjang oleh operasional Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin dan Pelabuhan Pototano. Infrastruktur ini menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Lombok yang menjadi salah satu gerbang utama bagi pelancong domestik maupun internasional. 

Kemudahan jalur transportasi ini menjadi modal utama dalam meningkatkan konektivitas wisatawan menuju Samota sekaligus memicu pertumbuhan investasi pariwisata.

Peluang pengembangan wilayah ini juga disokong oleh tren kunjungan pelancong yang terus memperlihatkan grafik positif. 

Selama periode Januari–Oktober 2025, Kabupaten Sumbawa berhasil membukukan 514.419 kunjungan wisatawan domestik, sedangkan Kabupaten Dompu mendulang 497.048 kunjungan.

Di sisi lain, potensi pasar turis asing terlihat dari angka kedatangan lewat Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok, yang mayoritas diisi oleh pelancong dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Inggris, dan Prancis.

Wamenpar memastikan Kementerian Pariwisata bakal terus mengawal jalannya pembangunan KEK Samota agar dapat tumbuh maksimal sebagai area strategis. Langkah ini diharapkan memberi dampak positif yang luas bagi publik sekaligus mempertegas status Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia.

"Pengembangan kawasan ini tidak semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta menarik investasi jangka panjang," kata Ni Luh Puspa.

Terkini