Pakar Nutrisi Jelaskan Pentingnya Rest Day Bagi Kebugaran

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:34:01 WIB
ILustrasi - rest day. (Foto: NET)

JAKARTA - Meluangkan waktu untuk mengistirahatkan tubuh lewat rest day merupakan elemen krusial dalam tren hidup aktif demi membantu fase pemulihan, menghindari kepenatan berlebih akibat latihan (overtraining), sekaligus meminimalkan potensi cedera, dipaparkan oleh ahli nutrisi olahraga yang juga Vice President of Health and Wellness Herbalife, Dr. Luigi Gratton.

Ia menyebutkan bahwasanya tidak sedikit individu yang mengira hari libur latihan merupakan momen untuk mager atau vakum total dari kegiatan. Padahal, para olahragawan profesional justru memakai waktu rest day ini untuk melangsungkan pemulihan aktif lewat gerakan fisik berskala ringan.

"Pemulihan aktif membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga mempercepat pembuangan sisa metabolisme dari otot sekaligus memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kelelahan," kata Luigi dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan penuturannya, opsi kegiatan seperti jalan kaki, gowes santai, yoga, stretching, hingga foam rolling dapat dipilih agar tubuh tetap aktif bergerak tanpa perlu memikul beban olahraga yang terlalu berat.

Ia menjabarkan bahwa rest day bukan hanya sekadar masa jeda dari rutinitas olahraga, melainkan komponen yang saling bertaut dalam ikhtiar mendongkrak kebugaran. 

Durasi rehat yang memadai memberi ruang bagi tubuh untuk meregenerasi jaringan otot sekaligus memangkas potensi keletihan kronis lantaran porsi latihan yang kelewat batas.

Di samping mempraktikkan rest day, Luigi mengimbau publik untuk selalu memelihara pola konsumsi makanan yang seimbang. 

Salah satu metodenya ialah dengan menyantap zat protein secara proporsional dalam tiap sesi makan karena zat gizi ini andil dalam menjaga massa otot, memperkuat imunitas tubuh, serta memicu efek kenyang yang berdurasi lebih lama.

Ia pun menganjurkan agar porsi konsumsi karbohidrat diselaraskan dengan intensitas kegiatan fisik. Ketika hari latihan sedang berat, keperluan zat karbohidrat bakal lebih masif ketimbang hari-hari dengan kegiatan yang tergolong lebih santai.

Faktor kecukupan cairan juga memegang peranan krusial demi menyokong performa tubuh. Luigi mengutarakan bahwasanya masyarakat sebaiknya tidak menanti munculnya rasa haus baru mulai minum lantaran situasi itu mengindikasikan bahwa tubuh telah mulai kekurangan cairan. 

Ketika berolahraga dengan intensitas tinggi atau bertempat di area yang gerah, tubuh pun memerlukan asupan elektrolit semisal natrium dan kalium demi membantu memelihara stabilitas cairan.

Bukan cuma itu, durasi tidur berkisar tujuh sampai sembilan jam tiap malam menjadi elemen krusial dari siklus pemulihan sebab di momen itulah tubuh memulihkan jaringan otot, menyegarkan sistem saraf, serta meningkatkan kapasitas memori dan proses edukasi.

Luigi juga menyarankan konsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran yang berkelir pekat secara rutin setiap hari, layaknya buah beri, sayuran berdaun hijau, bit, buah anggur merah, kubis berwarna ungu, serta paprika, lantaran persentase zat antioksidannya bermanfaat meredam inflamasi, menyokong sistem pertahanan tubuh, hingga mencukupi asupan vitamin dan mineral.

Ia menganggap rutinitas simpel yang dikerjakan secara kontinu, mencakup kontrol pola makan, tidur yang memadai, hidrasi, serta pemulihan aktif tatkala rest day, bisa memfasilitasi siapa pun untuk merealisasikan pola hidup yang lebih sehat serta bugar kendati statusnya bukan seorang olahragawan profesional.

Terkini