Rupiah Diproyeksi Melemah Tertekan Konflik AS-Iran dan Isu Inflasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:32:01 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Selasa 21 Juli 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Selasa (21/7/2026), dianalisis bakal bergerak secara fluktuatif cenderung tertahan di zona pelemahan pada kisaran rentang level Rp17.940 hingga Rp18.000 per dolar AS. 

Pada penutupan sesi perdagangan hari Senin (20/7/2026) sebelumnya, posisi nilai tukar rupiah tercatat ditutup melemah sebesar 27 poin atau tergerus 0,15 persen hingga bertengger di angka Rp17.948 per dolar AS.

Pakar pengamat bidang ekonomi, mata uang, serta komoditas, Ibrahim Assuaibi, memberikan penjelasan bahwa tekanan pelemahan tersebut merupakan dampak langsung dari penguatan posisi dolar AS yang didorong oleh berlanjutnya aksi saling serang antara pihak militer AS dan Iran sepanjang akhir pekan lalu.

"Serangan baru ini terjadi setelah serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania menewaskan sedikitnya dua tentara AS dan melukai banyak lainnya. Militer Amerika terlihat menyerang berbagai target yang lebih luas di Iran, sementara Iran juga meningkatkan serangannya terhadap negara-negara Teluk di sekitarnya," jelas Ibrahim, Senin (20/7/2026).

Lebih lanjut, eskalasi ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut terpaku pada isu perebutan kendali jalur strategis Selat Hormuz. Situasi pertempuran yang kembali membara ini—yang tercatat sebagai konflik paling parah antara AS dan Iran sejak runtuhnya kesepakatan gencatan senjata pada bulan April lalu—otomatis ikut mendongkrak lonjakan harga komoditas minyak mentah dunia.

Di samping itu, Ibrahim turut memaparkan bahwa indikator data statistik inflasi serta kondisi pasar tenaga kerja AS belakangan ini sebenarnya mengindikasikan latar belakang fundamental ekonomi yang cenderung melunak. 

Kendati demikian, para investor tetap menaruh perhatian penuh pada pertanyaan apakah potensi kenaikan biaya energi global akan mempersulit langkah bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) dalam meredam laju inflasi.

BACA JUGA Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 20 Juli 2026 Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah Rp17.992 per dolar AS, Pasar Cermati RDG BI Proyeksi Rupiah Pekan Depan di Kisaran Rp17.850 - Rp17.950 per Dolar AS

"Harga minyak yang lebih tinggi telah memperbarui kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap di atas target Federal Reserve, yang berpotensi memaksa para pembuat kebijakan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama," kata Ibrahim.

Bergeser ke ranah domestik, pelemahan sektor investasi dalam negeri yang dibarengi lesunya tingkat konsumsi dari sektor rumah tangga diprediksi bakal menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional berada di bawah target psikologis level 5 persen.

"PDB Indonesia pada kuartal II/2026 diperkirakan hanya mencapai sekitar 4,9% secara tahunan (yoy). Meski realisasi investasi mencapai Rp511,8 triliun atau tumbuh 7,1% yoy, kontribusinya dinilai belum mampu mengompensasi perlambatan di sisi permintaan domestik," ujar Ibrahim.

Terkini