BISNISINSIGHT.COM — Bank Indonesia sedang menjajaki perluasan QRIS Cross-Border ke empat negara baru: Arab Saudi, India, Vietnam, dan Australia. Penjajakan ini menambah daftar negara yang sudah terhubung QRIS, yang saat ini mencapai enam dari target delapan negara.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati mengungkapkan penjajakan tersebut dilakukan bersama otoritas di masing-masing negara. Menurut dia, kerja sama ini tidak berhenti pada QRIS saja, tetapi juga mencakup layanan BI-FAST.
"Kita sedang menjajaki dengan teman-teman di India, dengan teman-teman di Saudi Arabia, dengan teman-teman di Vietnam, kemudian juga Australia kita juga rapat bareng, kita jajaki (potensi kerja sama). Jadi regional payment connectivity itu semakin luas. Nanti tidak hanya dengan QRIS, tapi juga dengan BI-FAST-nya di Indonesia," kata Fitria di Jakarta, Rabu.
Enam Negara Sudah Terhubung, Dua Lagi Menyusul
QRIS Cross-Border saat ini telah terhubung dengan enam negara: Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Targetnya delapan negara, sehingga tinggal dua slot yang masih dalam proses penjajakan.
Perluasan ke empat negara baru itu akan menyesuaikan budaya pembayaran setempat. Fitria menyebut masyarakat Jepang dan Korea Selatan lebih suka merchant yang melakukan scan terhadap kode QR milik mereka. Sementara di Eropa, pengguna cenderung langsung melakukan tap QRIS tanpa memindai kode.
"Jadi perluasan negaranya, kemudian perluasan kualitas merchant-nya, dan juga perluasan fitur-fitur yang tadi. Jadi tidak hanya scan, tetapi juga CPM (Customer Presented Mode/QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM)), dan juga QRIS-Tap," ujar dia.
Transaksi QRIS Capai 15 Miliar, Pengguna Lampaui Target
Sejak diadopsi pada 2019, penggunaan QRIS tumbuh pesat. Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi karena QRIS menjadi solusi alat pembayaran yang minim kontak fisik.
Hingga kini, QRIS telah mencatat 15 miliar transaksi dari target 17 miliar. Jumlah merchant mencapai 45 juta dari target 47 juta unit usaha. Adapun jumlah pengguna sudah menembus 78 juta, melampaui target 70 juta pengguna.
Perluasan fitur juga terus dilakukan, termasuk QRIS Tanpa Tatap Muka dan QRIS-Tap yang memudahkan transaksi lintas negara tanpa perlu memindai kode. Dengan tambahan empat negara baru, cakupan regional payment connectivity Indonesia berpotensi semakin luas.