JAKARTA — Emiten penyedia jasa logistik dan angkutan laut, PT Habco Trans Maritim Tbk. (HATM) sukses merampungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan perolehan dana ditaksir mencapai Rp320 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi per 6 September 2026, manajemen menjelaskan bahwa aksi private placement tersebut terlaksana sesuai rencana awal melalui penerbitan sebanyak 640 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per lembar saham, sehingga total dana yang terkumpul mencapai Rp320 miliar.
Pembelian saham baru ini dilakukan oleh PT Multi Sarana Nasional dalam sebuah transaksi afiliasi.
"Pelaksanaan PMTHMETD tidak menyebabkan terjadinya perubahan pemegang saham pengendali Perseroan. Namun, pemegang saham perseroan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham yaitu sebanyak-banyaknya sebesar 6,87%," tulis manajemen, Minggu (6/9/2026).
Menyusul transaksi tersebut, persentase modal ditempatkan dan disetor penuh PT Habco Primatama di dalam HATM mengalami penurunan dari 66,34% menjadi 61,79%.
Di sisi lain, kepemilikan saham PT Multi Sarana Nasional bertambah dari semula 20,10% menjadi 25,59%. Sementara itu, porsi kepemilikan saham publik ikut mengalami koreksi dari 13,28% menjadi 12,38%.
"Seluruh dana yang diperoleh dari hasil rencana PMTHMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya PMTHMETD yang menjadi kewajiban Perseroan, akan digunakan untuk belanja modal yaitu menambah asset berupa armada kapal, atau pembayaran pinjaman bank," tulis manajemen.
Berdasarkan laporan keuangan periode semester I/2026 yang belum diaudit, HATM mencatatkan koreksi tipis pada pos pendapatan dari semula Rp520,11 miliar menjadi Rp519,96 miliar. Pada sisi bottom line, laba bersih perseroan turut terpangkas dari Rp109,88 miliar menjadi Rp51,60 miliar.
Penurunan kinerja keuangan ini utamanya dipicu oleh koreksi pendapatan pada segmen armada kapal besar yang turun dari Rp520,11 miliar (sebelumnya Rp355,78 miliar) menjadi Rp327,58 miliar. Meskipun demikian, segmen handy size tercatat masih mampu tumbuh dari Rp164,33 miliar menjadi Rp192,38 miliar.