Dirut BPJS Kesehatan Pastikan Peserta JKN Dapat Layanan Tanpa Biaya

Dirut BPJS Kesehatan Pastikan Peserta JKN Dapat Layanan Tanpa Biaya
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito. (Foto: NET)

JAKARTA — Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjamin setiap anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memperoleh perawatan medis sesuai ketentuan, sekaligus terlindungi dari beban pengeluaran finansial selama tindakan yang didapat masuk dalam tanggungan Program JKN.

“Ini adalah proteksi finansial, sehingga ke depan BPJS Kesehatan akan selalu menyampaikan pergeseran paradigma dari volume-based to value-based,” kata Prihati Pujowaskito saat melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP Batam), Kepulauan Riau (Kepri), Jumat.

Ketika meninjau lokasi tersebut, ia turut berkomunikasi secara langsung dengan lima orang pasien RSBP Batam dari berbagai golongan kepesertaan, yang meliputi pekerja berpenghasilan tetap, peserta mandiri, hingga kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Kepada para pasien, ia menggali informasi terkait kenyamanan selama menjalani perawatan, mencakup kemudahan prosedur, kecepatan penanganan medis, serta potensi terjadinya perlakuan diskriminatif akibat perbedaan golongan peserta.

“Dari lima yang saya tanya, lima-limanya bilang baik, dan lima-limanya menyatakan bahwa BPJS itu sangat-sangat bermanfaat,” ucapnya.

Menurut pandangannya, tanggapan langsung dari pasien menjadi instrumen penting guna memastikan operasional pusat pelayanan kesehatan senantiasa mematuhi aturan dan standar baku yang ditetapkan oleh negara.

Pihaknya turut menggarisbawahi urgensi pengamanan finansial agar peserta terhindar dari kewajiban membayar biaya mandiri untuk jenis perawatan yang memang dijamin oleh JKN.

Ia menyebutkan bahwa fungsi pengamanan tersebut memegang peranan vital dalam penyelenggaraan program JKN, mengingat mahalnya biaya medis berpotensi membebani masyarakat serta memicu risiko kemiskinan mendadak apabila individu tidak mempunyai jaminan yang memadai.

“Jadi kami pastikan mereka tidak mengeluarkan uang. Ini adalah proteksi finansial,” katanya.

Menyongsong masa depan, BPJS Kesehatan berupaya mengarahkan transformasi sistem pembiayaan dari orientasi kuantitas tindakan (volume-based) menuju orientasi mutu atau hasil akhir pengobatan (value-based).

Ia menerangkan bahwa konsep value-based menitikberatkan keberhasilan pemulihan kondisi pasien sebagai tolok ukur utama, bukan sekadar menghitung seberapa banyak prosedur medis yang telah dikerjakan.

“Value itu adalah pasien sembuh dengan biaya seefisien mungkin,” ujarnya.

Lewat mekanisme tersebut, institusinya tidak hanya berfungsi sebagai pihak pembayar tagihan secara pasif, melainkan aktif mengarahkan pemilihan fasilitas kesehatan yang bermutu tinggi dan selaras dengan kebutuhan medis pasien.

“Jadi kami nanti bukan hanya sebagai pembayar pasif, tetapi pembayar yang memilih kualitas layanan yang sesuai yang dibutuhkan oleh pasien, sehingga pelayanan kesehatan lebih tepat sasaran,” katanya.

Di sisi lain, Anggota atau Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menyatakan bahwa RSBP Batam konsisten mengoptimalkan mutu pelayanan medis bagi warga di tengah hambatan efisiensi anggaran yang kerap dihadapi instansi kesehatan milik pemerintah.

RSBP Batam sendiri dikenal sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di wilayah Kepri dengan kualifikasi Tipe B non-pendidikan, memiliki daya tampung 200 tempat tidur, serta telah mengantongi sertifikat akreditasi paripurna.

Ia memaparkan bahwa tren kinerja RSBP Batam memperlihatkan grafik peningkatan yang menggembirakan. Sepanjang tahun ini, angka pemasukan rumah sakit mengalami lonjakan sebesar 14,13 persen.

Capaian positif tersebut, sebut dia, utamanya ditopang oleh kenaikan pemasukan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta pemanfaatan fasilitas penjaminan dari BPJS Kesehatan.

“Namun kami tidak melihat angka tersebut semata-mata hanya pencapaian finansial, namun mencerminkan meningkatnya organisasi pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap RSBP Batam,” katanya.

Berdasarkan pandangan Ariastuty, tingginya tingkat kepercayaan publik wajib diimbangi dengan komitmen kuat untuk menjaga serta mendongkrak standar mutu pelayanan.

Oleh sebab itu, kemajuan performa rumah sakit harus bergerak selaras dengan peningkatan kompetensi tenaga medis, penerapan manajemen yang akuntabel, serta penyediaan fasilitas perawatan yang mudah, sigap, aman, serta manusiawi bagi setiap pasien.

Ia menilai bahwa BPJS Kesehatan bertindak sebagai salah satu mitra strategis utama bagi RSBP Batam guna mendongkrak mutu pelayanan bagi para pemegang kartu JKN.

“Karena pada akhirnya, di balik sistem regulasi, di balik klaim, ada pasien dan keluarga yang menaruh harapan kepada kami untuk mendapatkan pelayanan terbaik,” ujar Ariastuty.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index