Kans Budi Gunadi Sadikin Jadi Calon Kuat Dirjen WHO 2027

Kans Budi Gunadi Sadikin Jadi Calon Kuat Dirjen WHO 2027
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini masuk dalam daftar calon potensial atau prospective candidates untuk posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menjadi salah satu dari sejumlah figur yang diusulkan dari Indonesia dalam bursa kepemimpinan badan kesehatan global tersebut.

Nama lain yang turut berpotensi bersaing yakni Dr. Hanan Mohammed Al-Kuwari usulan Qatar, Dr. Hanan Balkhy usulan Arab Saudi, serta Dr. Hans Henri P. Kluge usulan Belgia. 

Tahapan pemilihan Direktur Jenderal WHO periode berikutnya telah dimulai sejak April 2026, di mana negara-negara anggota diberikan kesempatan mengajukan proposal hingga 24 September 2026.

Selepas masa pengajuan selesai, Dewan Eksekutif WHO pada sidang ke-160 di tahun 2027 akan menjalankan prosedur seleksi guna menyaring dan menyerahkan paling banyak tiga kandidat kepada World Health Assembly (WHA). 

Penentuan akhir Direktur Jenderal WHO selanjutnya diputuskan oleh WHA lewat sidang ke-80 yang diagendakan pada Mei 2027, dengan ketentuan pejabat terpilih mulai mengemban masa tugas terhitung tanggal 16 Agustus 2027.

Budi Gunadi Sadikin sendiri memegang mandat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia serta aktif terlibat pada berbagai agenda kesehatan internasional. 

Melalui sejumlah forum WHO, ia ikut serta membahas topik-topik krusial seperti penanggulangan tuberkulosis, manufaktur vaksin, penguatan sistem kesehatan, hingga perluasan akses layanan kesehatan global.

WHO mencatat partisipasi aktif Indonesia di bawah kepemimpinan Budi dalam pengembangan kandidat vaksin tuberkulosis M72/AS01E. 

Apabila terpilih nanti, posisi Direktur Jenderal WHO bertindak sebagai pimpinan tertinggi di bidang teknis sekaligus administratif untuk mengarahkan agenda kesehatan dunia, mengawasi operasional lembaga, merepresentasikan organisasi pada kancah global, serta membantu seluruh negara anggota dalam mengoptimalkan derajat kesehatan masyarakat.

Saat ini, tampuk kepemimpinan tertinggi WHO masih dipegang oleh Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Berakhirnya masa jabatan kedua beliau pada 15 Agustus 2027 menjadikan agenda pemilihan penerusnya sebagai salah satu fokus penting organisasi sepanjang kurun waktu 2026 hingga 2027.

Profil Budi Gunadi Sadikin

Perjalanan karier Budi Gunadi Sadikin terbilang unik dan tidak konvensional. Lahir di Bogor pada 6 Mei 1964, ia menempuh pendidikan sarjana bidang Fisika Nuklir di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada tahun 1988. 

Di samping pendidikan formal, beliau juga mengantongi sertifikasi Chartered Financial Consultant (CHFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU) dari Singapore Insurance Institute pada 2004.

Jejak profesionalnya bermula di IBM Asia-Pacific Headquarters Tokyo, Jepang, pada 1988 hingga menduduki posisi Manager Systems Integration & Professional Services sampai tahun 1994. 

Selepas dari IBM, Budi melangkah ke industri perbankan dengan bergabung bersama Bank Bali, memegang sejumlah posisi strategis seperti General Manager Electronic Banking, Chief General Manager Wilayah Jakarta, hingga Chief General Manager Human Resources hingga 1999.

Kariernya berlanjut ke ABN AMRO Indonesia dengan menempati posisi senior pada sektor consumer dan commercial banking sampai 2003, lalu bergabung ke Bank Danamon sebagai Executive Vice President, Head of Consumer Mass Market (2003–2006).

Lintasan tersebut membawanya masuk ke Bank Mandiri pada 2006, di mana beliau menangani berbagai portofolio mulai dari Micro & Retail Banking, Corporate Banking, Special Asset Management, hingga Institutional Banking, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Direktur Utama Bank Mandiri lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 2 April 2013.

Usai berkiprah di sektor perbankan, Budi beralih mengabdi bagi negara. Berdasarkan data Kementerian BUMN, beliau mengawali penugasan sebagai Staf Khusus Menteri BUMN (2016–2017), memimpin PT Inalum (Persero) sebagai Direktur Utama (2017–2019), lalu diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN I pada 25 Oktober 2019 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 72/M Tahun 2019 di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Titik balik kariernya terjadi pada penghujung tahun 2020 tatkala Presiden ke-7 RI Joko Widodo melantik beliau sebagai Menteri Kesehatan pada 23 Desember 2020 untuk menggantikan Terawan Agus Putranto di tengah hantaman pandemi Covid-19. 

Berbekal latar belakang profesional perbankan dan fisika nuklir, fokus utama beliau pada awal kepemimpinan di Kemenkes adalah mengendalikan pandemi sekaligus menyukseskan program vaksinasi nasional.

Selepas masa transisi pemerintahan, kepercayaan terhadap beliau berlanjut ketika Presiden Prabowo Subianto menunjuk dan melantiknya kembali sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada 21 Oktober 2024. 

Seiring meredahnya pandemi, fokus kerja Kementerian Kesehatan kini beralih menuju agenda besar transformasi sistem kesehatan nasional yang mencakup enam pilar utama, meliputi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, serta teknologi kesehatan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index