Indonesia Ajukan Budi Gunadi ke Kursi Dirjen WHO, Bersaing dengan Tiga Kandidat

Indonesia Ajukan Budi Gunadi ke Kursi Dirjen WHO, Bersaing dengan Tiga Kandidat

BISNISINSIGHT.COM — Budi diajukan pemerintah Indonesia melalui laman resmi WHO, bersaing dengan tiga nama lain: Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hans Henri P. Kluge yang diusulkan Belgia. Status keempat nama tersebut masih prospective candidates dan akan diperbarui setelah WHO mempublikasikan seluruh proposal resmi pencalonan.

Berbeda dari tradisi kepemimpinan WHO yang biasanya diisi dokter atau profesional kesehatan masyarakat, Budi membawa latar belakang pendidikan fisika nuklir. Kariernya justru panjang di sektor keuangan dan korporasi, dimulai dari kursi Direktur Utama Bank Mandiri pada 2013, kemudian memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), sebelum masuk kabinet sebagai Wakil Menteri BUMN dan akhirnya Menteri Kesehatan pada Desember 2020.

Modal Diplomasi dan Tekanan Pendanaan WHO

Latar belakang non-medis Budi dinilai sejumlah pengamat sebagai tantangan. Namun, pengalamannya di bidang keuangan justru menjadi nilai jual utama di tengah krisis pendanaan yang sedang melanda WHO.

Salah satu pencapaian yang memperkuat posisi Budi adalah keterlibatannya dalam pembentukan Pandemic Fund, mekanisme pendanaan global yang diluncurkan saat Presidensi G20 Indonesia di Bali pada 2022 dan kini dikelola Bank Dunia. Rekam jejak ini relevan dengan kebutuhan WHO yang tengah berhemat besar-besaran.

Pada Juli lalu, Indonesia juga menyetor tambahan kontribusi sukarela sekitar US$30 juta ke WHO. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sempat menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut, meski ia belum secara terbuka mendukung kandidat mana pun untuk menggantikannya.

Peta Persaingan Masih Terbuka Lebar

Krisis pendanaan WHO kian parah setelah Amerika Serikat mundur dari keanggotaan. Dampaknya sudah terasa: organisasi memangkas sekitar 25% staf dalam setahun terakhir dan kehilangan sejumlah pejabat senior, termasuk dokter dan peneliti asal Inggris Jeremy Farrar.

Negara-negara anggota masih punya waktu hingga 24 September 2026 untuk mengajukan kandidat tambahan. Artinya, peta persaingan yang ada saat ini masih bisa berubah sebelum pemilihan final di World Health Assembly ke-80.

Direktur Jenderal WHO terpilih dijadwalkan mulai menjabat pada 16 Agustus 2027, menggantikan Tedros yang masa jabatannya berakhir. Keputusan akhir akan ditentukan oleh suara negara-negara anggota dalam sidang tahunan WHO di Jenewa, Swiss.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index