JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) atau BTN membeberkan bahwasanya proyek Rumah Susun (Rusun) Kampung Bandan sampai saat ini belum juga dipasarkan ke publik.
Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu menguraikan bahwa sekarang ini proyek hunian tersebut masih terkendala oleh proses penyelesaian dokumen perizinan operasional.
"Rusun Kampung Bandan [yang digarap] Qatar cuma masih ada proses administrasinya aja perizinannya gitu ya, itu juga kalau jadi itu malah dekat Ancol lagi ya," ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Nixon mengutarakan bahwa manajemennya beserta pemangku kepentingan terkait terus mengintensifkan koordinasi demi merampungkan urusan perizinan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda).
Di saat yang bersamaan, pihak perseroan berkomitmen untuk konsisten memacu percepatan pembangunan hunian terjangkau di berbagai kawasan lain guna menyokong program penyediaan rumah nasional untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Ya nanti kami lihat lagi stasiun-stasiun lain yang masih ada area kosong kalau memang cuma 1-2 tower enggak apa-apa jadi kami bangunin terus," pangkas Nixon.
Untuk informasi, BTN tergabung ke dalam konsorsium proyek Rusun Kampung Bandan yang diinisiasi oleh entitas bisnis asal Qatar yaitu Al-Qilaa bersandingan dengan badan usaha lain layaknya PT KAI (Persero) serta BPI Danantara.
Berdasarkan rencana, fase awal penggarapan 50.000 unit hunian tersebut bakal didirikan di atas lahan kepunyaan PT KAI, sebagai bagian dari pengembangan kawasan transit oriented development (TOD).
Menilik catatan Bisnis, Chairman Al Qilaa Group Abdulaziz Al Thani mengutarakan, pengumuman kemitraan dalam menopang Program 3 Juta Rumah yang dilaksanakan pada Rabu (17/9/2025), merupakan wujud komitmen kuat perusahaan dalam mendukung ketersediaan perumahan untuk warga Indonesia.
"Kami sangat antusias untuk berkontribusi dalam proyek monumental ini. Persahabatan erat antara Qatar dan Indonesia memotivasi kami untuk mendukung berbagai sektor, termasuk pembangunan perumahan. Dengan dukungan KAI, saya berharap proyek ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” jelas Abdulaziz dalam agenda Pencanangan Pra-Kerja Sama Dukungan PSN 3 Juta Rumah di Jakarta, Rabu (17/9/2025).