Kinerja Solid AGII: Cetak EBITDA Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kinerja Solid AGII: Cetak EBITDA Tertinggi Sepanjang Sejarah
PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) membukukan capaian performa keuangan yang impresif pada paruh pertama tahun 2026. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) membukukan capaian performa keuangan yang impresif pada paruh pertama tahun 2026. 

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sukses menyentuh angka Rp65,2 miliar, sebuah lonjakan yang hampir mencapai tiga kali lipat jika dikomparasikan dengan torehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sepanjang enam bulan pertama di tahun ini, emiten yang bergerak di sektor gas industri serta gas medis bersandi saham AGII ini pun berhasil mencatatkan rekor perolehan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, penguatan profitabilitas yang masif, sekaligus pertumbuhan laba bersih yang berlipat ganda dibanding semester pertama tahun lalu.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer PT Samator Indo Gas Tbk., Rachmat Harsono mengungkapkan bahwa korporasi dinilai sukses menorehkan hasil kinerja paruh pertama yang paling gemilang sepanjang riwayat pendiriannya.

“Samator mencatatkan kinerja semester pertama yang sangat kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat,” kata Rachmat dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Menurut pemaparannya, pertumbuhan margin laba kotor hingga 160 basis poin menjadi cerminan nyata atas transformasi fundamental pada aspek operasional perseroan. 

Hal tersebut meliputi peningkatan utilisasi fasilitas pabrik, efektivitas proses manufaktur, reduksi penggunaan daya listrik, hingga pembenahan lini rantai pasok.

“Jadi, bukan semata-mata karena faktor non-berulang,” ujarnya.

Rachmat mengimbuhkan bahwa manajemen juga konsisten memperketat pengawasan terhadap biaya operasional serta mengimplementasikan digitalisasi dan otomatisasi demi mendongkrak efisiensi jalannya bisnis.

“Momentum pertumbuhan terus menguat sepanjang semester pertama, di mana penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama. Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham,” tutur Rachmat.

Secara terperinci melalui laporan performa keuangan konsolidasian untuk jangka waktu 6 bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, Samator sukses mengantongi pendapatan total senilai Rp1,54 triliun. 

Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 8,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). Hasil optimal ini ditopang oleh tingkat permintaan yang terjaga kuat pada sejumlah sektor krusial, terkhusus industri manufaktur dan fasilitas pelayanan medis yang menjadi target pasar utama korporasi.

Di waktu yang sama, margin laba kotor AGII terkerek naik 12,8% YoY menjadi Rp725,6 miliar. Rasionya meningkat 160 basis poin ke level 47,0%, naik dari capaian semester I/2025 yang bertengger di angka 45,4%. 

Akselerasi ini dipicu oleh rentetan pembenahan struktural di area operasional, seperti pemaksimalan utilisasi pabrik, efisiensi konsumsi daya listrik, beserta optimalisasi alur distribusi logistik.

Di lain sisi, reported EBITDA perusahaan terapresiasi sebesar 10,0% YoY menjadi Rp452,5 miliar. 

Angka ini sekaligus memecahkan rekor EBITDA semester pertama paling tinggi sepanjang sejarah perusahaan berjalan, di mana margin EBITDA menanjak ke angka 29,3% dari yang sebelumnya sebesar 29,0% pada periode yang sama tahun lalu.

Jika pos-pos one-off bersih senilai Rp2,7 miliar dikeluarkan, perolehan EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) mampu menyentuh Rp449,7 miliar atau tumbuh sebesar 13,7% YoY. 

Sementara itu, akumulasi laba bersih secara keseluruhan melejit hingga 178% menjadi Rp67,4 miliar, melampaui capaian semester I/2025 yang berada di angka Rp24,2 miliar.

Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menembus Rp65,2 miliar, naik hampir tiga kali lipat dari perolehan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp22,6 miliar. 

Rentetan pencapaian positif tersebut secara umum disokong oleh kenaikan margin laba kotor, ketatnya kendali atas biaya operasional, serta pemangkasan beban pembiayaan bersih imbas menurunnya biaya pinjaman sekaligus naiknya pendapatan bunga dari cadangan kas perusahaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index