Sinergi Baznas RI-PP Persis: Dakwah Berbasis Zakat Diperkuat

Sinergi Baznas RI-PP Persis: Dakwah Berbasis Zakat Diperkuat
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) resmi menyepakati nota kesepahaman (MoU) guna meningkatkan sinergi program strategis terkait tata kelola zakat, dunia pendidikan, syiar dakwah, penguatan ekonomi, serta aksi kemanusiaan.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid lewat penjelasannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa kolaborasi yang sejalan dengan Asta Stratas Baznas 2026–2031 tersebut langsung diteruskan dengan pembuatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk tiga program utama, meliputi beasiswa A Hassan Scholarship Center (AHSC), pelatihan para dai, serta penyediaan hunian layak bagi kaum duafa.

"Di dalam delapan Asta Stratas, gerakan Baznas, zakat itu tidak lagi berfokus kepada santunan saja, tapi kepada pendayagunaan dan pemberdayaan," katanya.

Sepanjang tahun 2021 hingga 2024, Sodik memaparkan, kemitraan erat antara kedua pihak ini telah mendistribusikan dana program beasiswa AHSC senilai Rp2,38 miliar bagi 230 penerima manfaat dari tingkat S1 sampai S3 sebagai langkah investasi melahirkan jajaran ulama intelek menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kemitraan jangka panjang ini diproyeksikan tidak cuma berperan sebagai alat yang ampuh untuk menekan angka kemiskinan dan mendongkrak taraf hidup masyarakat, melainkan juga memosisikan diri sebagai percontohan sinergi antara badan zakat nasional dengan ormas Islam tanah air.

"Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat fundamental, sehingga kami tidak boleh ragu berkolaborasi dan harus terus meningkatkan kerja sama demi kemaslahatan bersama," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Persis, KH Jeje Zaenudin memberikan apresiasi tinggi terhadap kemitraan ini sekaligus memanjatkan doa agar Baznas senantiasa maju dalam menghimpun, mengelola, serta mendayagunakan zakat untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat dan negara.

Ia menggarisbawahi krusialnya perluasan edukasi zakat supaya warga kian terbiasa menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah mereka lewat institusi resmi yang dikelola secara profesional, transparan, serta memberi dampak yang lebih masif.

"Tanggung jawab kami juga bersama, sebagai ormas mari kami dukung kesadaran zakat, infak, sedekah secara kelembagaan, tidak infak sedekah perorangan," ucap Jeje Zaenudin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index