PWON Targetkan Recurring Income Sumbang 85% Pendapatan di 2026

PWON Targetkan Recurring Income Sumbang 85% Pendapatan di 2026
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mematok target kontribusi dari aset pendapatan berulang atau recurring income mampu menyokong hingga 85% dari total pendapatan pada tahun 2026.

Direktur Pengembangan Bisnis PWON, Ivy Wong mengungkapkan bahwa periode suku bunga tinggi memang berpotensi memengaruhi tingkat permintaan properti, khususnya pada aspek pendapatan prapenjualan atau marketing pre-sales.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah untuk mempertahankan suku bunga acuan pada angka 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Juli 2026. Meski begitu, pihak perseroan mengonfirmasi bahwa efek dari kebijakan tersebut terhadap PWON masih tergolong minim.

“Target pendapatan kami untuk tahun 2026 sekitar lebih dari 85% berasal dari recurring income, sehingga kinerja Perseroan sangat stabil,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Pada lini pengembangan rumah (house development), PWON turut menyediakan beraneka ragam pilihan metode pembayaran. Langkah ini diambil agar para konsumen tidak bertumpu sepenuhnya pada opsi fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) saja.

Bukan hanya itu, target pasar dari Pakuwon sejauh ini masih didominasi oleh kelompok masyarakat kelas menengah ke atas. Segmen ini secara umum dinilai mempunyai kemampuan beli serta daya tahan yang jauh lebih kokoh dalam menghadapi situasi suku bunga yang melonjak tinggi. 

Menjelang paruh kedua tahun 2026, PWON juga bersiap meluncurkan lini produk anyar yang membidik pasar middle-to-high end.

“Dengan kombinasi kontribusi recurring income yang kuat, fleksibilitas metode pembayaran, dan profil pelanggan yang resilien, kami tetap optimistis dapat mencapai target tahun 2026 dengan dampak yang minimal dari tingginya suku bunga,” katanya.

Ivy memaparkan, PWON menargetkan struktur recurring income ke depannya bakal tetap berfungsi sebagai pilar utama dari pendapatan perusahaan. Di sisi lain, lini development asset diposisikan menjadi motor penggerak pertumbuhan lewat perilisan sejumlah proyek baru.

“Strategi kami tetap berfokus pada keseimbangan antara stabilitas dari recurring income dan pertumbuhan dari bisnis development,” tuturnya.

Rekam jejak kontribusi pendapatan PWON secara historis memang disokong kuat oleh recurring income. Pada tahun 2025, porsi recurring income mencakup sekitar 79% dari total pendapatan, sementara sisa sekitar 21% diperoleh dari sektor bisnis pengembangan (development).

“Sedangkan untuk tahun 2026 komposisi pendapatan akan berkisar di persentase yang sama,” ungkapnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index