JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan rapat koordinasi bersama jajaran Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Berdasarkan pemantauan di lokasi, para petinggi KSSK mulai berdatangan ke Istana Negara pada Senin sore.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi tiba sekitar pukul 15.50 WIB, disusul oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu pada pukul 16.00 WIB.
Selanjutnya, Destry Damayanti yang baru saja diangkat menjadi Pejabat (Pj.) Gubernur BI sampai di lokasi pada pukul 16.23 WIB. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa diinformasikan turut menghadiri agenda tersebut.
Friderica, yang akrab disapa Kiki, mengungkapkan bahwa kehadirannya di Istana Negara bertujuan untuk menghadiri rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo.
"Kita akan rapat koordinasi saja tentang situasi saat ini," kata Kiki.
Pertemuan ini digelar menyusul dinamika penting pada posisi puncak kepemimpinan bank sentral, di mana Perry Warjiyo telah melepaskan jabatannya sebagai Gubernur BI.
Untuk mengisi kekosongan tersebut selama masa transisi, Destry Damayanti diangkat sebagai Pj. Gubernur BI guna meneruskan kepemimpinan lembaga tersebut.
"Per kemarin (26/7/2026) secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden. Yang kemudian sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama kami mengacu kepada Undang-Undang Bank Indonesia," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Gedung Bank Indonesia, Senin (27/7/2026).
Di sisi lain, Destry memberikan kepastian bahwa bank sentral bakal tetap mengoperasikan seluruh tugas serta kewenangannya seperti biasa pasca-mundurnya Perry.
Pihak BI menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal stabilitas nilai tukar rupiah, kelancaran sistem pembayaran, hingga stabilitas sistem keuangan lewat manajemen yang profesional serta sinergi yang solid bersama pemerintah.