JAKARTA — CEO Danantara Rosan Roeslani memaparkan rencana pengembangan Danantara Housing sebagai strategi untuk memasarkan produk rumah serta apartemen yang telah didirikan oleh perusahaan milik negara.
Laporan tersebut disampaikan oleh Rosan usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (27/7/2026) di Istana Negara.
Rosan menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, dirinya menguraikan strategi pengembangan Danantara Housing secara rinci.
"Rencana kami akan melakukan, ada beberapa pembangunan sifatnya apartemen atau rumah yang selama ini sudah dibangun oleh BUMN, tapi belum bisa terjual, kami akan mengadakan Danantara Housing," kata Rosan.
Dia menambahkan bahwa Danantara Housing bakal memfasilitasi proses pemasaran dari hunian-hunian tersebut.
"Untuk itu bisa dibeli oleh masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik dan juga dengan cara pembayaran yang lebih baik," ujarnya.
Sebelum momen ini, Rosan pun sempat menyampaikan bahwa Danantara bakal bertindak selaku eksekutor bagi proyek di atas lahan hibah Meikarta yang memiliki luas 30 hektare (ha). Keputusan tersebut diambil setelah adanya kesepakatan terkait penyerahan aset pada akhir bulan lalu (29/6/2026).
Melalui rencana yang disusun, pihak pemerintah menargetkan pembangunan hingga 141.000 unit hunian vertikal di kawasan lahan hibah tersebut. Proyek hunian ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam program 3 juta rumah yang menjadi salah satu agenda strategis dari Presiden Prabowo Subianto.
Dengan adanya unit-unit hunian vertikal ini, pemerintah merasa optimis dapat mengikis angka ketimpangan kepemilikan rumah (backlog) perumahan yang berdasarkan data Susenas 2025 masih berada di angka 9,4 juta.
“Diperkirakan dari tanah 30 hektare ini akan dibangun kurang lebih 141.000 unit. Kalau kami kali dengan anak, kami kali dengan istrinya yang ikut merasakan manfaat, paling tidak ini bisa menampung 500.000 atau 600.000 orang. Jadi dampak ini akan sangat, sangat, sangat-sangat signifikan,” imbuhnya.