JAKARTA - Pertarungan perebutan takhta kelas super ringan (63,5 kg) World Boxing Council (WBC) antara sang juara bertahan Dalton Smith melawan mantan pemilik sabuk juara dua kali, Alberto Puello, dipastikan bakal bergulir pada 24 Oktober mendatang di Utilita Arena, Birmingham, Inggris.
"Saya senang pertarungan akan kembali digelar," kata Smith dilansir DAZN, Selasa (21/7/2026).
Usai menunjukkan performa impresif kala bersua Subriel Matias pada bulan Januari, Smith sejatinya dijadwalkan bertarung melawan Puello pada Juni lalu. Kendati demikian, duel tersebut terpaksa ditunda lantaran cedera siku yang membekap petinju Inggris tersebut.
Pihak WBC kemudian menginstruksikan kedua belah pihak untuk berunding hingga akhirnya tercapai kesepakatan mengenai jadwal dan tempat duel.
Kedua petarung kini dalam kondisi siap tempur, di mana masing-masing kubu menjanjikan performa terbaik di atas ring dalam bentrokan yang bakal disiarkan ke seluruh dunia lewat saluran DAZN.
"Saya kembali berlatih, merasa kuat, dan siap bertarung," kata Smith.
Smith mengungkapkan bahwa Puello merupakan sosok yang sudah pernah mencicipi gelar juara di divisi ini. Oleh karena itu, petinju asal Inggris tersebut menegaskan bakal menaruh rasa hormat kepada sang penantang.
Namun, begitu lonceng tanda laga dimulai berbunyi, ia bertekad menunjukkan alasan mengapa dirinya layak menyandang status sebagai juara dunia.
Berkat hasil positif saat meredam Matias, Smith sukses menjaga rekor bersihnya menjadi 19 kemenangan tanpa kalah, dengan 14 di antaranya diselesaikan lewat knockout (KO). Catatan mentereng ini kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petinju elite di kelas super ringan global.
Petarung yang menginjak usia 29 tahun itu pada awalnya menargetkan duel unifikasi gelar melawan para pemegang sabuk juara dunia lainnya, seperti jawara International Boxing Federation (IBF) Richardson Hitchins atau penguasa sabuk World Boxing Organization (WBO) Shakur Stevenson.
Akan tetapi, sebelum melangkah ke megaduel tersebut, Smith wajib menyelesaikan tugasnya sebagai juara bertahan dengan meladeni tantangan dari penantang wajib WBC, Alberto Puello.
Di kubu lawan, Puello menyambut datangnya kesempatan duel ini dengan motivasi yang sangat besar. Laga ini menjadi momentum emas bagi petinju asal Republik Dominika tersebut untuk membawa pulang kembali sabuk juara dunia miliknya.
"Saya berharap bisa menjadi juara dunia tiga kali. Smith adalah petinju yang bagus. Saya senang bisa memberikan pertarungan hebat kepada para penggemar," katanya.
Puello berhak atas status penantang wajib setelah menelan hasil minor yang memicu polemik lewat keputusan juri (split decision) saat menghadapi Matias pada Juli 2025.
Laga kala itu sempat memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta tinju lantaran selisih poin yang dinilai terlampau tipis dan kontroversial.
Dalam misi merebut takhta kali ini, Puello bermodalkan rekor bertanding 24 kemenangan (10 KO) dengan satu-satunya kekalahan didapat saat bersua Matias.
Petinju dengan kidal tersebut tersohor berkat kemampuan teknisnya yang matang serta jangkauan pukulan yang ideal, sehingga bentrokannya dengan Smith diprediksi menyajikan tontonan yang memikat di divisi super ringan.