Atasi Macet di Bali, Pemerintah Genjot Pembangunan Infrastruktur

Atasi Macet di Bali, Pemerintah Genjot Pembangunan Infrastruktur
Pemerintah Percepat Infrastruktur di Bali untuk Mengatasi Kemacetan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah akan mempercepat pembangunan infrastruktur penting di Bali guna mengatasi kemacetan yang berdampak terhadap kualitas pariwisata daerah tersebut. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur, konektivitas, serta penataan ruang dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Sejumlah kementerian diberikan penugasan sesuai bidang masing-masing, mulai dari pengelolaan sampah, perlindungan lahan pangan, integrasi perencanaan pembangunan, penyusunan master plan pariwisata, hingga pengembangan transportasi massal serta layanan water taxi di kawasan Denpasar, Badung, dan Gianyar. 

Selain itu, pemerintah mendorong studi kelayakan transportasi laut pesisir di Bali Selatan, pengembangan sistem transportasi pengumpan (feeder), pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta pengembangan kawasan berbasis budaya di Sesetan.

"Kami akan terus mengecek progres melalui rakor lanjutan untuk memastikan semua tetap on track, satu visi, satu rencana, dan satu eksekusi," jelas AHY, Senin (20/7/2026).

Peran BUMN juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas udara dan laut serta mengintegrasikan ekosistem pariwisata dan aviasi. Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memperkuat edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber, meningkatkan penegakan hukum di bidang lingkungan, menyelaraskan tata ruang daerah dengan kebijakan nasional, serta mengendalikan alih fungsi lahan.

Gubernur Bali, Wayan Koster, mendorong percepatan pembangunan konektivitas darat, laut, dan penyeberangan. Pengembangan jalur logistik laut yang terintegrasi dari lintasan Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya pada periode puncak seperti Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, pengembangan pelabuhan yang terintegrasi juga menjadi prioritas untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan.

"Peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi kunci menjaga daya saing dan keberlanjutan pariwisata Bali," tegas Koster.

Koster menjelaskan sektor pariwisata Bali terus menunjukkan kinerja positif. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 7 juta orang, sedangkan wisatawan domestik sekitar 9,3 juta orang. Total kunjungan mencapai sekitar 16,3 juta orang atau hampir empat kali lipat dari jumlah penduduk Bali yang berkisar 4,5 juta jiwa.

"Ini menunjukkan tingginya mobilitas dan aktivitas di Bali, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan," ujar Koster.

Menurut Koster, Bali menyumbang sekitar 45,8% dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Rata-rata pengeluaran wisatawan asing mencapai 1.522 dolar AS per kunjungan dengan estimasi perputaran ekonomi sektor pariwisata sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp176 triliun. 

Kinerja tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,82 persen. Meski demikian, Koster mengingatkan bahwa tingginya aktivitas pariwisata juga menghadirkan tantangan, seperti alih fungsi lahan, sampah, hingga kemacetan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index