JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengumpulkan masukan dari tenaga pendidik di SDN 016 Serusa Parit Aman, Rokan Hilir, Riau. Langkah ini dilakukan guna mendorong perbaikan fasilitas sekolah agar kegiatan pembelajaran bisa berlangsung secara lebih maksimal.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat Wapres yang dirilis di Jakarta, Sabtu, kedatangan Wapres Gibran ke sekolah tersebut pada Jumat (17/7) bermula dari pesan yang ditulis seorang guru bernama Desi Pradipta.
Melalui kolom komentar di akun media sosial Wapres, ia mengabarkan perihal kondisi tempatnya mengajar yang sudah sangat tidak memadai.
"Saya komen di IG Bapak untuk datang ke sekolah kami di SD 016 Serusa dan alhamdulillahnya ditanggapi oleh Bapak, dan akhirnya Bapak hari ini datang ke sekolah kami," kata Desi menjelaskan saat Wapres meninjau sekolahnya.
Bagi Desi, kedatangan Wapres Gibran memunculkan secercah asa bahwa bangunan sekolah tempatnya bertugas akan segera direnovasi. Dengan begitu, tempat tersebut menjadi lebih representatif dan menunjang kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik.
?"Semoga sekolah ini lebih maju lagi dengan kedatangan Bapak Wakil Presiden, Bapak Gibran Rakabuming. Semoga sekolah ini juga bisa diperbaiki, itu harapan kami sebagai guru di sini, anak-anak juga," tutur Desi.
Melihat keadaan sekolah yang memprihatinkan, Wapres selanjutnya mengadakan diskusi langsung bersama para wali murid.
?"Ini merupakan sekolah yang sudah tua, jadi alumni-alumninya sudah banyak yang berkontribusi baik untuk desa ataupun negara," tutur Muhari Siregar, yang anaknya duduk di kelas 2 dan 6, dalam dialog dengan Wapres.
Muhari mengungkapkan bahwa Wapres berkomitmen untuk membantu renovasi sekolah. Keputusan ini diambil setelah melihat langsung kerusakan parah pada bagian atap, langit-langit, tembok, hingga pintu bangunan.
?"Gedungnya sudah rapuh, bangunannya miring, lapangan untuk ekstrakurikuler sulit, lapangan upacaranya juga," tuturnya.?
Di samping persoalan sarana pendidikan, Wapres turut membuka ruang bagi para orang tua murid yang mayoritas bekerja sebagai petani serta nelayan untuk mengutarakan kendala yang mereka alami sehari-hari.
?"Hal-hal lain, misalnya, keluhan kami soal ketersediaan solar, infrastruktur jalan ke pertanian juga bakal ditindaklanjuti. Jadi juga termasuk pupuk subsidi, pupuk subsidi akan disediakan berikutnya. Karena selama ini kami juga kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di desa kami ini," katanya.
Agenda peninjauan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjaring keluhan warga secara langsung sampai ke wilayah terpencil, selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo.
Pembenahan fasilitas pendidikan serta akses pendukungnya diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu sumber daya manusia sekaligus menciptakan pemerataan pembangunan.