JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Indonesia tengah mengincar peluang ekspor beras.
Langkah ini didukung oleh surplus produksi, melimpahnya pasokan pangan, serta keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga domestik di tengah melonjaknya harga beras di pasar global.
"Indonesia akan mengambil celah saat harga beras dunia naik, Indonesia pasti akan mengambil celah ke sana karena ada beberapa negara minta impor. Sementara negosiasi," kata Mentan dalam pernyataannya di Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026).
Tren kenaikan harga beras di pasar dunia saat ini masih terus berlanjut. Merujuk pada data Trading Economics, harga beras global pada transaksi per 15 Juli 2026 telah menyentuh angka 13,75 dolar Amerika Serikat (AS) per kuintal.
Angka ini meningkat dari posisi 23 Juni 2026 lalu yang berada di level 12,48 dolar AS per kuintal, setelah mencatatkan kenaikan sebesar 2,21 persen sekaligus menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir.
Menurut Amran, lonjakan harga global ini menjadi momentum emas bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan ekspor karena melimpahnya cadangan beras pemerintah (CBP) serta terjadinya surplus pada produksi nasional.
Amran menerangkan bahwa harga beras di pasar domestik tetap terjaga stabil walaupun harga dunia meroket. Hal ini berkat kokohnya pasokan nasional dari peningkatan hasil panen dalam negeri, di mana cadangan beras pemerintah yang berada di bawah pengelolaan Perum Bulog saat ini telah mencapai 5,3 juta ton.
Amran juga menambahkan bahwa kondisi tersebut membuktikan ketahanan pangan nasional kian solid dalam membendung gejolak pasar pangan global.
Amran mengemukakan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura telah mengajukan permintaan impor beras ke Indonesia, yang kini tengah ditindaklanjuti melalui proses penjajakan dan negosiasi.
Lebih lanjut, Amran memaparkan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk konsisten menjaga swasembada pangan lewat optimalisasi produksi nasional guna menjamin kebutuhan domestik sekaligus memperlebar keran ekspor.
Di samping mengawal swasembada beras, pemerintah pun memacu hilirisasi di bidang perkebunan, hortikultura, dan peternakan demi mendongkrak nilai tambah, daya saing global, serta akselerasi ekonomi nasional.
"Arahan Bapak Presiden tingkatkan produksi pertahankan swasembada, kemudian lakukan hilirisasi pada sektor perkebunan, hortikultura dan peternakan," tuturnya.