Tips Mengisi Sisa Libur Sekolah Anak Tanpa Gawai

Tips Mengisi Sisa Libur Sekolah Anak Tanpa Gawai
Ilustrasi - Liburan Seru. (Foto: NET)

JAKARTA - Waktu libur sekolah akan segera berakhir. Sebelum momen masuk sekolah tiba, tidak ada salahnya memanfaatkan sisa hari libur dengan mengajak buah hati beraktivitas tanpa ketergantungan pada gawai. Hal ini sekaligus dapat membantu mereka membangun kembali rutinitas harian yang positif.

Menyadur Yahoo Creators, seorang kreator konten sekaligus ibu dari dua anak, Natalie DiScala, membagikan sejumlah kegiatan simpel yang berdasarkan pengalamannya efektif menjaga anak tetap aktif, kreatif, dan menikmati waktu berkualitas tanpa paparan layar (screentime). Berikut ini beberapa pilihan aktivitasnya.

1. Membaca buku bersama Membaca tetap menjadi salah satu opsi paling simpel dan berdaya guna untuk mengisi liburan harian anak. 

Selain mampu memangkas durasi penggunaan gawai, aktivitas ini memberi stimulus bagi daya imajinasi serta melatih fokus konsentrasi anak. 

Natalie menceritakan bahwa masa musim panas selalu lekat dengan buku sejak dirinya masih kecil. Kini, rutinitas positif tersebut coba ia terapkan kepada buah hatinya.

"Bahkan di tengah musim panas modern yang sibuk, menyediakan waktu khusus untuk membaca memberi anak semacam 'ruang tenang' secara mental yang tidak benar-benar bisa diberikan oleh layar," tulis Natalie.

2. Membangun benteng atau kota imajinasi Apabila anak cenderung menyukai kegiatan fisik di dalam ruangan, permainan mendirikan benteng dapat menjadi opsi klasik yang menarik. 

Orang tua tidak perlu membelikan peralatan mahal, melainkan cukup memanfaatkan barang yang ada seperti bantal, selimut, boks kardus bekas, atau balok mainan di rumah. 

Menurut Natalie, proses membangun ini melatih anak dalam memecahkan masalah sekaligus memupuk kerja sama jika dimainkan bersama saudara atau temannya.

"Bangunan dapat dibongkar lalu dibangun kembali menjadi bentuk baru hanya dalam hitungan menit. Hal itu membuat anak-anak tetap tertarik tanpa mudah frustrasi," ujarnya.

3. Bermain balok konstruksi Permainan berbasis konstruksi seperti susun balok juga termasuk jenis aktivitas yang tidak gampang memicu rasa bosan pada anak. 

Berbeda dengan gim yang terikat aturan baku, balok memberikan kebebasan penuh bagi anak untuk merancang apa pun sesuai daya cipta mereka memanfaatkan komponen yang tersedia. Natalie berpendapat bahwa permainan ini fleksibel mengikuti perkembangan usia. 

Anak usia dini bisa belajar membedakan bentuk dan warna, sedangkan anak yang lebih besar dapat bereksperimen menyusun struktur yang lebih rumit.

"Mainan ini benar-benar tumbuh bersama anak tanpa kehilangan daya tariknya," tulis Natalie.

4. Mendengarkan cerita melalui audio Opsi alternatif lain yang kini kian digemari para orang tua adalah menyajikan cerita lewat media audio. 

Aktivitas ini mampu menghibur anak tanpa memberikan stimulasi visual berlebih layaknya layar ponsel pintar atau tablet. Menyimak dongeng audio memicu anak untuk mengonsep imajinasinya sendiri.

"Karena tidak ada layar, perhatian mereka lebih terarah pada imajinasi dan kemampuan menyimak," katanya.

Orang tua tidak wajib membelikan gawai audio khusus. Dongeng dapat diputar lewat pengeras suara di rumah sembari anak asyik menggambar atau bermain. 

Sebagai alternatif pengganti pengeras suara, orang tua juga bisa membacakan langsung dongeng tersebut demi anak.

5. Mengadakan pesta dansa di rumah Aktivitas bebas layar tidak selamanya harus dijalankan dengan duduk tenang. Sesekali, mengajak anak berjoget bersama dapat menjadi langkah sederhana mengembalikan energi positif mereka.

Natalie mengungkapkan bahwa agenda pesta dansa spontan hampir selalu ampuh memulihkan suasana hati ketika anak mulai merasa jenuh atau rewel di rumah. 

Di samping memicu anak aktif bergerak, kegiatan ini bisa menjadi momen kebersamaan yang berkualitas bagi keluarga tanpa perlu merogoh kocek tambahan. 

Orang tua cukup memutar lagu kesukaan anak dan membiarkan mereka mengekspresikan gerakan sebebas mungkin guna menikmati sisa masa libur.

Saras dengan hal tersebut, Teen & Parents Wellness Centre memaparkan bahwa aktivitas fisik ringan, termasuk bergerak menyelaraskan irama musik, dapat menjadi jeda yang menyehatkan dari paparan gawai. 

Aktivitas seperti ini membantu anak menyalurkan energi, meredakan stres, sekaligus mendongkrak suasana hati tanpa harus bertumpu pada media hiburan digital.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index