Pemerintah Guyur Subsidi Kedelai Rp2.000/kg demi Perajin Tempe

Pemerintah Guyur Subsidi Kedelai Rp2.000/kg demi Perajin Tempe
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa pemberian subsidi kedelai senilai Rp2.000 per kilogram merupakan langkah pemerintah untuk mendukung perajin tempe dalam mengatasi lonjakan harga bahan baku akibat dinamika pasar internasional.

Kebijakan ini sebelumnya telah dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Selasa (9/6). Upaya tersebut dilakukan demi memastikan keberlanjutan produksi tempe di tengah tren kenaikan harga komoditas tersebut.

"Karena terganggu dengan harga yang sudah naik, jadi kami membantu para perajin tempe," ujar Budi di Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026).

Pada fase pertama, pemerintah menyiapkan subsidi untuk 250.000 ton kedelai impor. Kebijakan ini ditargetkan mampu memangkas beban produksi perajin yang tertekan oleh tingginya harga di pasar dunia. 

Budi menambahkan, kenaikan harga kedelai saat ini dipicu oleh berbagai faktor global, termasuk konflik geopolitik yang mengganggu rantai pasok pangan internasional.

Melalui intervensi ini, pemerintah berharap perajin tempe dapat terus beroperasi dan menjaga harga jual produk tetap terjangkau oleh masyarakat. 

"Ini tujuannya adalah untuk meringankan harga yang semakin tinggi karena imbas pasar global, karena perang, sehingga nanti perajin tetap bisa memproduksi tempenya sesuai harga yang ada sekarang," jelasnya.

Pemerintah menyalurkan subsidi ini melalui Perum Bulog guna menjaga stabilitas harga di dalam negeri, terutama di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan ketergantungan yang tinggi terhadap kedelai impor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa subsidi tahap awal sebesar 250 ribu ton kedelai difokuskan untuk mengantisipasi dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap komoditas impor. 

Langkah ini diambil untuk melindungi pelaku usaha tahu-tempe serta menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index