Pabrik Bus Listrik VKTR

Prabowo Puji Pabrik Bus Listrik VKTR, Produksi Capai 10.000 Unit TKDN Sudah Tembus 40 Persen

Prabowo Puji Pabrik Bus Listrik VKTR, Produksi Capai 10.000 Unit TKDN Sudah Tembus 40 Persen
Prabowo Puji Pabrik Bus Listrik VKTR, Produksi Capai 10.000 Unit TKDN Sudah Tembus 40 Persen

JAKARTA - Percepatan transformasi menuju energi bersih di sektor transportasi Indonesia kini memasuki babak baru. 

Hal ini terlihat dari langkah konkret pemerintah dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional, termasuk melalui peresmian fasilitas produksi dalam negeri. Dalam konteks ini, kehadiran pabrik bus listrik VKTR menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif berbasis listrik mulai berkembang secara nyata di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk yang berlokasi di Magelang, Kamis, 9 April 2026. Momentum ini dinilai sebagai tonggak penting dalam mendorong kemandirian industri sekaligus mempercepat transisi energi di sektor transportasi.

Peresmian Pabrik Bus Listrik Jadi Momentum Transformasi

Peresmian pabrik bus listrik VKTR oleh Presiden Prabowo bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi besar dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan adanya fasilitas ini, Indonesia dinilai semakin siap mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa bangga atas kemampuan industri dalam negeri yang kini mampu merakit kendaraan komersial berbasis listrik, termasuk bus dan truk.

“Jadi hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga. Kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk memproduksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting. Dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan memproduksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” ujarnya di Magelang yang ditayangkan Youtube Setpres RI.

Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme pemerintah terhadap masa depan industri kendaraan listrik nasional yang semakin berkembang.

Kapasitas Produksi Besar dan Fokus TKDN

Pabrik bus listrik VKTR disebut memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, terutama untuk kendaraan komersial seperti bus dan truk. Selain itu, fasilitas ini juga mengedepankan penggunaan komponen dalam negeri atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Prabowo mengungkapkan bahwa kemampuan produksi perusahaan ini cukup signifikan dan terus berkembang seiring waktu.

“Saya dapat laporan kemampuan Vektor bisa produksi 10.000 bus dari listrik. Yang kontennya itu, TKDN-nya, di negaranya itu sekarang sudah 40%. Dan dalam waktu sebentar lagi, mungkin dua tahun lagi, akan menuju 60%. Dua tahun setelah itu akan menuju 80%. Ini sesuatu yang sangat membanggakan. Jadi sudah ada industri bus, industri truk,” jelasnya.

Dengan peningkatan TKDN secara bertahap, industri kendaraan listrik diharapkan dapat semakin mandiri dan berdaya saing tinggi.

Teknologi CKD dan Produksi Bus Listrik 12 Meter

Berdasarkan informasi yang beredar, fasilitas ini merupakan pabrik perakitan kendaraan listrik berbasis Completely Knocked-Down (CKD) pertama di Indonesia untuk segmen kendaraan komersial. Teknologi ini memungkinkan proses perakitan dilakukan di dalam negeri dengan efisiensi yang lebih tinggi.

Pabrik tersebut akan memproduksi bus listrik berukuran 12 meter dengan TKDN di atas 40%. Hal ini menjadi langkah awal dalam membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia.

Kehadiran fasilitas ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri pendukung, seperti manufaktur komponen dan rantai pasok lokal.

Transformasi VKTR Menuju Industri Kendaraan Listrik

VKTR sendiri merupakan perusahaan yang telah mengalami transformasi signifikan. Awalnya dikenal sebagai bagian dari bisnis distribusi kendaraan komersial, perusahaan ini kini berfokus pada pengembangan kendaraan listrik.

Berawal dari PT Bakrie Steel Industries yang berdiri pada 2007, VKTR kemudian mengalihkan strategi bisnisnya menuju elektrifikasi mobilitas. Perusahaan ini juga resmi menjadi entitas publik setelah melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2023.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT), khususnya di sektor transportasi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar.

Pengembangan Produk dan Kerja Sama Strategis

Dalam pengembangannya, VKTR tidak hanya fokus pada produksi bus listrik. Perusahaan ini juga mengembangkan berbagai kendaraan komersial lain yang berbasis listrik, seperti:

  1. Truk listrik
  2. Dump truck listrik
  3. Kendaraan pengangkut sampah listrik

Selain itu, VKTR juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kolaborasi ini menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas adopsi kendaraan listrik di berbagai sektor.

Capaian Operasional dan Dampak Lingkungan

Seiring dengan operasionalnya, VKTR telah mencatat sejumlah capaian yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan.

Beberapa capaian tersebut antara lain:

Pengiriman lebih dari 100 unit kendaraan listrik

Jarak tempuh operasional lebih dari 11,5 juta kilometer

Penghematan lebih dari 4,1 juta liter bahan bakar

Penurunan emisi karbon lebih dari 11.000 ton CO2

Penghematan biaya operasional hingga lebih dari Rp27,8 miliar

Selain efisiensi, tingkat keandalan kendaraan listrik juga dinilai tinggi karena tidak mengalami kerusakan besar selama masa operasional.

Dorongan Menuju Transportasi Berkelanjutan

Peresmian pabrik bus listrik VKTR menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia menuju transportasi berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah dan kesiapan industri, adopsi kendaraan listrik diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah ini tidak hanya mendukung pengurangan emisi karbon, tetapi juga memperkuat kemandirian industri nasional. Dengan semakin meningkatnya kapasitas produksi dan penggunaan komponen lokal, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam industri kendaraan listrik global.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan transformasi ini. Dengan fondasi yang semakin kuat, industri kendaraan listrik nasional diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi dan lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index