QRIS

QRIS Tembus Korea Selatan, Perluas Jangkauan Pembayaran Digital Indonesia Global

QRIS Tembus Korea Selatan, Perluas Jangkauan Pembayaran Digital Indonesia Global
QRIS Tembus Korea Selatan, Perluas Jangkauan Pembayaran Digital Indonesia Global

JAKARTA - Upaya memperluas sistem pembayaran digital Indonesia kini memasuki babak baru. Bank Indonesia resmi menjalin kerja sama penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara dengan Korea Selatan. 

Langkah ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara kelima yang terhubung dalam ekosistem QRIS internasional.

Sebelumnya, sistem pembayaran berbasis kode QR ini telah lebih dulu digunakan di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. Dengan tambahan Korea Selatan, masyarakat Indonesia kini memiliki opsi pembayaran yang semakin luas saat bepergian ke luar negeri, sekaligus memudahkan turis asing bertransaksi di Indonesia.

Peluncuran kerja sama ini dilakukan bertepatan dengan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Cheong Wa Dae, Seoul. Momentum ini mempertegas komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan ekonomi, khususnya di sektor keuangan digital.

Implementasi Tercepat dalam Sejarah QRIS

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa implementasi QRIS dengan Korea Selatan menjadi yang tercepat dibandingkan kerja sama sebelumnya. Proses integrasi sistem ini bahkan memakan waktu kurang dari satu tahun.

“QRIS dengan Korea [Selatan] ini mencatat debut yang paling cepat. Mungkin kurang dari satu tahun,” ujarnya di Gedung Thamrin BI, Jakarta.

Kecepatan ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur pembayaran di Korea Selatan, yang sudah terbiasa menggunakan teknologi QR dalam transaksi sehari-hari. Hal tersebut mempercepat proses integrasi teknis dan memperlancar implementasi di lapangan.

Sebagai bagian dari uji coba, Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman bahkan sempat melakukan transaksi langsung menggunakan QRIS di kawasan Myeongdong, Seoul, melalui video conference.

Dorong Pariwisata, UMKM, dan Perdagangan Global

Pengembangan QRIS lintas negara tidak hanya sebatas inovasi teknologi, tetapi juga menjadi strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Filianingsih menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan dua pilar utama Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030, yaitu inovasi dan internasionalisasi.

Dengan adanya QRIS cross-border, peluang bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM menjadi semakin terbuka. Transaksi menjadi lebih praktis tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu kredit untuk nominal kecil.

Data menunjukkan potensi besar dari sistem ini. Sepanjang 2025, transaksi QRIS outbound oleh warga negara Indonesia di empat negara mitra mencapai 1.681.112 transaksi. Sementara itu, transaksi inbound dari turis asing ke Indonesia bahkan lebih tinggi, mencapai 5.892.621 transaksi.

Angka tersebut mencerminkan tingginya minat penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran lintas negara yang praktis dan efisien.

Potensi Wisatawan dan Perdagangan Indonesia-Korea Selatan

Kerja sama dengan Korea Selatan dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Korea Selatan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia, dengan pangsa perjalanan mencapai 2,02% pada Januari 2026 dan 1,67% pada Februari 2026.

Di sisi lain, jumlah wisatawan Korea Selatan yang datang ke Indonesia juga cukup besar, yakni 45.175 orang pada Januari dan 40.508 orang pada Februari 2026. Angka ini bahkan melampaui jumlah wisatawan Jepang pada periode yang sama.

Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia Santoso menyebut cakupan QRIS di Korea Selatan akan terus diperluas ke berbagai kota, tidak hanya di kawasan wisata seperti Pulau Jeju. Saat ini, sudah ada sekitar empat bank yang berperan sebagai acquirer dalam sistem tersebut.

Selain mendukung sektor pariwisata, QRIS juga memperkuat perdagangan bilateral melalui mekanisme local currency transaction (LCT). Sistem ini memungkinkan transaksi langsung menggunakan rupiah dan won tanpa melalui mata uang ketiga.

“Dengan adanya LCT yang semakin intens, tentu perdagangan Indonesia dan Korea akan lancar baik ekspor maupun impornya,” terangnya.

Target Ekspansi ke Negara Lain dan Dominasi di Dalam Negeri

Bank Indonesia tidak berhenti pada lima negara mitra saat ini. Ke depan, perluasan QRIS lintas negara akan terus dilakukan, dengan target berikutnya mencakup China, Arab Saudi, dan India.

Filianingsih bahkan menyebut bahwa koneksi dengan China diharapkan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.

Di sisi domestik, penggunaan QRIS juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sistem ini mulai menggantikan peran kartu kredit untuk transaksi bernilai kecil, karena dinilai lebih praktis dan efisien.

“Untuk nominal kecil kita tidak lagi menggunakan kartu kredit, tetapi kita lebih sering menggunakan QRIS,” pungkasnya.

Dengan jumlah hampir 50 juta pelaku usaha mikro di Indonesia, potensi adopsi QRIS masih sangat besar. Ekspansi ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pembayaran nasional, tetapi juga membawa pelaku usaha lokal ke pasar global melalui ekosistem digital yang terintegrasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index