Harga Pangan

Harga Pangan Nasional Hari Ini, 23 Januari 2026 Cabai Rawit Sentuh Rp47.759 per Kilogram

Harga Pangan Nasional Hari Ini, 23 Januari 2026 Cabai Rawit Sentuh Rp47.759 per Kilogram
Harga Pangan Nasional Hari Ini, 23 Januari 2026 Cabai Rawit Sentuh Rp47.759 per Kilogram

JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan dinamika yang patut dicermati masyarakat. 

Pada Jumat pagi, sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami perubahan harga, baik penurunan maupun stagnasi. Data ini menjadi penting karena mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan pangan di tingkat nasional, sekaligus menjadi rujukan masyarakat dalam mengatur belanja kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diakses di Jakarta, Jumat, pukul 09.00 WIB, sejumlah bahan pokok seperti bawang merah, cabai rawit, beras, hingga protein hewani menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi. Fluktuasi tersebut dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi produksi, distribusi, hingga faktor cuaca dan logistik.

Harga Bawang dan Cabai Masih Jadi Sorotan

Komoditas hortikultura kembali menjadi perhatian utama dalam pergerakan harga pangan hari ini. Harga rata-rata nasional bawang merah tercatat berada di angka Rp39.719 per kilogram (kg). Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp1.412 dibandingkan posisi harga pada Kamis, 22 Januari 2026.

Sementara itu, harga bawang putih bonggol berada di level Rp37.729 per kg. Untuk komoditas cabai, harga cabai merah keriting tercatat sebesar Rp34.016 per kg. Adapun cabai rawit merah, yang kerap menjadi pemicu inflasi pangan, berada di harga rata-rata nasional Rp47.759 per kg.

Harga cabai rawit yang relatif tinggi ini masih menjadi perhatian, mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu bahan utama dalam konsumsi harian masyarakat. Pergerakan harga cabai sangat sensitif terhadap pasokan, terutama saat terjadi gangguan distribusi atau cuaca ekstrem di daerah sentra produksi.

Harga Protein Hewani Bergerak Variatif

Selain komoditas hortikultura, harga protein hewani juga menunjukkan pergerakan yang beragam. Daging ayam ras kini tercatat berada di harga rata-rata nasional Rp38.303 per kg. Angka ini mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil meski tetap berfluktuasi mengikuti biaya produksi dan distribusi.

Untuk telur ayam ras, harga rata-rata nasional tercatat sebesar Rp30.247 per kg. Harga telur menjadi indikator penting karena komoditas ini merupakan sumber protein terjangkau bagi masyarakat luas. Stabilitas harga telur sangat berpengaruh terhadap daya beli rumah tangga, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Sementara itu, harga daging sapi murni mengalami penurunan tipis dan kini berada di level Rp135.278 per kg. Penurunan ini meski tidak signifikan, tetap memberikan sinyal positif bagi konsumen di tengah fluktuasi harga pangan lainnya.

Harga Beras dan Minyak Goreng Relatif Stabil

Komoditas beras, sebagai pangan pokok utama masyarakat Indonesia, tercatat masih berada dalam rentang harga yang relatif stabil. Beras premium berada di harga rata-rata Rp15.536 per kg, sementara beras medium tercatat Rp13.248 per kg.

Adapun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di angka Rp12.451 per kg. Keberadaan beras SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga beras di pasaran, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah secara nasional tercatat berada di angka Rp17.286 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng kemasan berada di level Rp20.687 per liter. Stabilitas harga minyak goreng menjadi perhatian tersendiri mengingat komoditas ini sempat mengalami gejolak cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Harga Ikan dan Produk Olahan Tepung

Di sektor perikanan, harga sejumlah komoditas ikan menunjukkan pergerakan yang cenderung turun. Harga ikan tongkol tercatat turun menjadi Rp36.130 per kg. Ikan bandeng berada di level Rp34.308 per kg, sedangkan ikan kembung tercatat Rp43.916 per kg.

Pergerakan harga ikan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan hasil tangkapan nelayan. Saat cuaca mendukung, pasokan ikan meningkat sehingga harga cenderung turun. Sebaliknya, gangguan cuaca dapat dengan cepat mendorong kenaikan harga di pasaran.

Untuk komoditas pangan olahan, harga gula konsumsi tercatat berada di angka Rp17.991 per kg. Tepung terigu kemasan berada di harga Rp12.557 per kg, sementara terigu curah tercatat Rp9.529 per kg. Produk-produk ini banyak digunakan dalam industri rumah tangga dan usaha kecil, sehingga pergerakan harganya turut memengaruhi biaya produksi sektor tersebut.

Pentingnya Pemantauan Harga Pangan

Fluktuasi harga pangan yang terjadi dari hari ke hari menunjukkan pentingnya pemantauan secara berkala. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional menjadi salah satu acuan utama dalam melihat kondisi pasar secara nasional dan mengambil langkah kebijakan yang tepat.

Perubahan harga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti peningkatan permintaan, gangguan distribusi, cuaca ekstrem, hingga kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, pengawasan dan intervensi yang terukur diperlukan agar stabilitas harga tetap terjaga.

Bagi masyarakat, informasi harga pangan harian ini juga berfungsi sebagai panduan dalam mengatur pengeluaran rumah tangga. Dengan mengetahui tren harga, konsumen dapat lebih bijak dalam menentukan waktu dan pilihan belanja, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta pelaku usaha diharapkan mampu menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan nasional agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index