SAHAM

Prediksi IHSG Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan 13 Januari 2026

Prediksi IHSG Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan 13 Januari 2026
Prediksi IHSG Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan 13 Januari 2026

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 13 Januari 2026, diprediksi akan menunjukkan penguatan. 

Meskipun ditutup melemah pada hari sebelumnya, sejumlah sentimen positif dari pasar regional dan aksi beli investor asing menjadi faktor kunci yang dapat mendorong rebound IHSG. 

Bagi para pelaku pasar modal, memahami kondisi ini dan mengetahui saham-saham yang direkomendasikan menjadi langkah penting untuk memaksimalkan peluang investasi.

Gambaran Umum Pergerakan IHSG Terbaru

Pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026, IHSG memang mengalami penurunan sebesar 0,58%, berakhir di posisi 8.884,72. Namun, di tengah koreksi tersebut, aksi beli oleh investor asing tercatat mencapai Rp 205 miliar, yang menjadi sinyal positif bagi pergerakan pasar selanjutnya.

Menurut pengamatan BNI Sekuritas, jika IHSG mampu bertahan di level support 8.870, indeks ini berpeluang menguat. 

Sebaliknya, jika level ini ditembus ke bawah, IHSG bisa kembali mengalami koreksi hingga kisaran 8.700-8.720. Kondisi ini menuntut kehati-hatian investor dalam menentukan strategi perdagangan.

Lebih lanjut, analis PT Samuel Sekuritas Indonesia melihat sentimen positif dari bursa regional sebagai pemicu potensi penguatan IHSG hari ini. Indeks Kospi dan Nikkei yang dibuka menguat pada pagi hari memberikan dorongan optimisme bagi pasar saham domestik.

Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Bagi investor yang ingin memanfaatkan potensi penguatan IHSG, beberapa saham menjadi sorotan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Rekomendasi saham hari ini meliputi:

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

PT Sentul City Tbk (BKSL)

PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

Masing-masing saham tersebut dipilih karena memiliki prospek yang baik dan potensi pergerakan harga positif dalam perdagangan hari ini.

Strategi Trading dan Level Harga Kunci

Dalam catatan teknikal dari BNI Sekuritas, beberapa strategi spesifik disampaikan untuk saham-saham tersebut:

EMAS direkomendasikan beli dengan area 5375-5400 dan target harga 5475-5650. Stop loss jika turun di bawah 5325.

PGAS area beli 1955-1965 dengan target 1995-2020, stop loss di bawah 1945.

BKSL beli pada 161-164, target 168-176, cut loss di bawah 160.

MSIN bisa dibeli jika menembus 466, target harga 480-500, stop loss 454.

ADRO beli di area 2130-2150 dengan target 2200-2300, cut loss di bawah 2100.

CUAN area beli 1905-1915, target 1940-1975, stop loss di bawah 1885.

Investor disarankan untuk memperhatikan level-level ini agar risiko dapat diminimalkan dan potensi keuntungan dapat dioptimalkan.

Analisis Kondisi Pasar dan Sektor Saham

Koreksi IHSG pada awal pekan ini juga dipengaruhi oleh dinamika sektor saham. Mayoritas sektor mengalami tekanan, terutama sektor infrastruktur yang melemah hingga 2,37%, diikuti sektor teknologi turun 1,68%, energi minus 1,39%, dan keuangan tergerus 1,04%. Sektor-sektor ini merupakan pendorong utama pergerakan indeks.

Namun, ada beberapa sektor yang justru menguat seperti sektor industri dan consumer siklikal yang masing-masing naik 2,22%. Sektor properti dan transportasi juga menunjukkan penguatan, masing-masing sebesar 0,49% dan 0,75%. Kinerja sektor-sektor ini diharapkan dapat menopang pergerakan IHSG ke depan.

Selain itu, volume perdagangan saham yang mencapai 74,4 miliar saham dengan nilai transaksi harian Rp 40,1 triliun menandakan aktivitas pasar yang cukup tinggi dan likuid, memberikan peluang lebih bagi investor aktif.

Waspada dan Strategi Bijak dalam Perdagangan Saham

Meski prediksi IHSG menguat hari ini cukup optimis, investor harus tetap berhati-hati terutama jika indeks gagal bertahan di level support kritis. Pengambilan keputusan investasi harus berdasarkan analisis matang dan pemahaman kondisi pasar secara menyeluruh.

Rekomendasi saham dan level teknikal yang diberikan bisa menjadi acuan, namun keputusan akhir tetap di tangan investor. Selalu gunakan manajemen risiko dengan menentukan stop loss dan take profit sesuai profil risiko masing-masing.

Kondisi pasar yang fluktuatif menuntut kesiapan mental dan strategi adaptif agar terhindar dari kerugian besar. Jangan terburu-buru mengikuti sentimen pasar tanpa evaluasi data yang akurat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index