JAKARTA - Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, beberapa waktu lalu telah menimbulkan dampak serius bagi warga, terutama dalam hal kesehatan dan sanitasi.
Ribuan rumah tergenang, fasilitas umum rusak, dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, salah satu masalah paling mendesak yang dihadapi pengungsi adalah keterbatasan fasilitas sanitasi.
Dalam kondisi darurat seperti ini, akses ke fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) menjadi sangat penting. Tanpa MCK yang memadai, risiko penyakit menular meningkat, termasuk diare, infeksi kulit, dan penyakit lainnya.
Kondisi tersebut membuat Baznas RI mengambil langkah cepat dengan membangun MCK darurat di Desa Manyang Cut, Pidie Jaya, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir.
Upaya Baznas dalam Menyediakan Sanitasi Layak
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menekankan bahwa penyediaan fasilitas sanitasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah bencana.
“Penyediaan MCK darurat menjadi prioritas, karena menyangkut kesehatan dan kebersihan warga pengungsi,” ujar Saidah.
Pembangunan MCK ini masih dalam tahap pengerjaan dan dipercepat agar bisa segera digunakan oleh warga. Baznas memastikan fasilitas ini didirikan dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan, sehingga warga yang mengungsi dapat menjalankan aktivitas kebersihan sehari-hari dengan lebih layak.
“Baznas berupaya memastikan fasilitas ini bisa dimanfaatkan secepat mungkin oleh warga,” tambah Saidah.
Bantuan Kemanusiaan Lainnya
Selain pembangunan MCK darurat, Baznas juga menyalurkan bantuan lain yang mendukung kebutuhan mendesak pengungsi. Bantuan ini meliputi makanan siap saji, layanan tenaga medis, serta dukungan logistik di lokasi terdampak.
Menurut Saidah, penanganan bencana harus menyeluruh dan tidak bisa hanya fokus pada satu aspek saja.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus mencakup aspek kesehatan, logistik, dan pendampingan masyarakat,” jelasnya.
Dengan pendekatan ini, Baznas berusaha menjamin warga mendapatkan bantuan yang komprehensif, mulai dari kebutuhan dasar pangan hingga perlindungan kesehatan.
Peran Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB)
Untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, Baznas menerjunkan tim khusus, Baznas Tanggap Bencana (BTB). Tim ini memiliki peran penting, termasuk mendampingi warga pengungsi, mendistribusikan bantuan, dan berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah.
“Baznas akan terus memantau perkembangan kondisi banjir dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Saidah.
Keberadaan BTB mempermudah komunikasi antara pengungsi, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan lain, sehingga penanganan bencana menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Pentingnya MCK Darurat bagi Kesehatan Warga
Ketersediaan MCK darurat menjadi sangat vital bagi warga pengungsi yang tinggal di lokasi sementara. Krisis sanitasi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit diare, infeksi kulit, dan penyakit menular lainnya. MCK yang layak menjadi salah satu upaya pencegahan utama, terutama di kondisi darurat seperti ini.
Fasilitas ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga perlindungan jangka pendek bagi warga terdampak. Dengan fasilitas sanitasi yang memadai, risiko penyebaran penyakit menular dapat diminimalkan, sehingga warga bisa bertahan hidup lebih aman dan sehat.
Komitmen Baznas untuk Penanganan Darurat Terpadu
Baznas menegaskan bahwa bantuan bencana harus bersifat terpadu dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya membangun MCK atau menyalurkan makanan, tetapi juga perlu ada pendampingan warga, pelayanan medis, serta koordinasi logistik.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Baznas tidak hanya hadir dalam jangka pendek, tetapi juga memikirkan keberlanjutan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana. Dengan begitu, warga dapat kembali pulih lebih cepat dan tetap sehat di tengah kondisi sulit.
Harapan bagi Warga Pidie Jaya
Dengan adanya MCK darurat dan bantuan kemanusiaan lain, diharapkan warga Pidie Jaya dapat menjalani kehidupan darurat dengan lebih layak dan aman. Kehadiran Baznas memberikan rasa aman sekaligus dukungan praktis bagi pengungsi, sehingga mereka dapat fokus pada pemulihan diri dan keluarga.
Baznas menegaskan, upaya ini akan terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Penanganan bencana yang adaptif dan responsif menjadi kunci agar bantuan sampai tepat waktu dan tepat sasaran.
Banjir di Pidie Jaya menimbulkan tantangan besar dalam hal kesehatan dan sanitasi. Baznas RI hadir dengan membangun MCK darurat, menyalurkan makanan, layanan medis, dan dukungan logistik, sekaligus mendampingi warga melalui tim BTB.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa penanganan bencana harus holistik, mencakup aspek kesehatan, logistik, dan pendampingan sosial. Dengan pendekatan terpadu, Baznas berharap warga terdampak banjir dapat pulih lebih cepat dan tetap sehat dalam situasi darurat.