Pentingnya kesehatan mental sering kali terabaikan, sementara banyak orang lebih fokus pada kesehatan fisik.
Padahal, kedua aspek tersebut memiliki peran yang sangat krusial dan saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesehatan mental yang terganggu bisa berdampak langsung pada kondisi fisik, bahkan meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit berat.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bahwa kesehatan mental dan fisik harus dijaga sebagai satu kesatuan untuk mencapai kesejahteraan hidup secara keseluruhan.
Dalam kesempatan ini, kami akan membahas mengenai bagaimana pentingnya kesehatan mental dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah gangguan mental yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.
Apa Itu Kesehatan Mental?
Pentingnya memahami kesehatan mental dengan baik menjadi langkah awal sebelum kita membahas lebih dalam mengenai topik ini. Dunia kesehatan saat ini memiliki definisi yang jelas tentang apa itu kesehatan mental.
Namun, tidak jarang ada orang yang memiliki pemahaman berbeda tentang konsep ini, sehingga bisa saja mereka keliru dalam menilai gejala gangguan mental yang muncul dalam hidup seseorang.
Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam menangani atau merespons masalah yang sebenarnya bisa diperbaiki dengan pendekatan yang tepat.
Pengertian Kesehatan Mental Menurut WHO
Menurut definisi dari WHO, kesehatan mental mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara keseluruhan, bukan hanya sekadar tidak adanya penyakit atau kecacatan.
Dengan demikian, seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik akan mampu mengenali potensi diri, mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari, bekerja dengan lebih efisien, dan tentunya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Kesehatan mental memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup seseorang, mulai dari cara membuat keputusan, pola pikir, hingga respons dalam menghadapi tantangan hidup.
Alasan Pentingnya Kesehatan Mental
Menjaga kesehatan mental sangatlah krusial, dan pentingnya kesehatan mental dapat dilihat dari berbagai alasan yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kesehatan mental memiliki peran besar dalam kehidupan seseorang.
1. Menjaga Pikiran Tetap Jernih
Seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik dapat berpikir dengan jelas ketika menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya.
Sebaliknya, individu yang mengalami gangguan mental mungkin akan kehilangan motivasi untuk menjalani kehidupan, cenderung tidak peduli dengan kesejahteraannya, dan kesulitan dalam membuat keputusan yang tepat.
Orang dengan kesehatan mental yang baik cenderung dikelilingi oleh orang-orang positif yang akan memengaruhi pola pikir mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kemampuan untuk berpikir dengan jernih.
2. Meningkatkan Produktivitas
Kesehatan mental yang baik memiliki dampak langsung terhadap produktivitas seseorang. Ketika mental dalam kondisi baik, kemampuan otak untuk fokus dan berkonsentrasi akan meningkat.
Sebaliknya, seseorang dengan gangguan mental akan mengalami kesulitan untuk fokus, sering kali mudah terganggu oleh hal-hal kecil di sekitar mereka.
Ini tentu saja akan mempengaruhi kinerja dalam pekerjaan dan pengembangan karir yang berkaitan dengan masa depan mereka.
3. Terhindar Dari Berbagai Penyakit
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan mental yang serius dapat meningkatkan risiko terkena penyakit fatal, seperti kanker. Depresi, misalnya, sering dikaitkan dengan gangguan jantung koroner.
Seseorang yang mentalnya tidak sehat mungkin juga lebih rentan untuk mengadopsi kebiasaan buruk, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau makan makanan yang tidak bergizi, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya.
Inilah mengapa menjaga kesehatan mental sangat penting untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik di masa pandemi maupun di luar itu.
4. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Kesehatan mental yang baik akan mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Hal ini juga membantu menarik orang-orang positif yang dapat menciptakan suasana berpikir yang lebih sehat dan jauh dari pemikiran sempit.
Ketika kesehatan mental terjaga, lingkungan sosial akan menjadi lebih sehat, yang tentu saja memperbaiki kemampuan komunikasi individu, serta menciptakan interaksi yang lebih positif dan produktif.
5. Membuat Hidup Lebih Sejahtera
Kesehatan mental yang baik berhubungan erat dengan kesejahteraan hidup secara menyeluruh. Beberapa studi menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara kondisi mental seseorang dengan kesejahteraan ekonominya.
Seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik cenderung lebih mampu mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik, yang akan berdampak positif pada produktivitas di tempat kerja, kesehatan fisik yang optimal, dan pendidikan yang berkualitas.
Penyakit Mental yang Sering Terjadi
1. Penyakit Mental Psikotik
Penyakit mental psikotik adalah gangguan jiwa yang menyebabkan penderitanya kesulitan dalam membedakan kenyataan. Gejala utama yang sering muncul adalah halusinasi dan delusi.
Penanganan penyakit psikosis saat ini dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan dan terapi kognitif untuk membantu penderita kembali berpikir secara normal.
Terapi ini dianggap lebih efektif daripada hanya bergantung pada pengobatan. Beberapa jenis penyakit psikotik yang umum dijumpai antara lain:
a. Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar merupakan jenis penyakit psikotik yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang dengan gangguan bipolar bisa merasa sangat bahagia, lalu tiba-tiba merasa depresi.
Perubahan yang cepat antara perasaan senang dan sedih, atau optimisme dan pesimisme, adalah gejala umum gangguan ini.
Penyebab pasti gangguan bipolar belum diketahui, namun diyakini terkait dengan ketidakseimbangan senyawa kimia yang mendukung fungsi otak.
Faktor-faktor seperti genetika, interaksi sosial yang buruk, lingkungan, dan kondisi fisik bisa mempengaruhi munculnya gangguan ini.
b. Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan mental jangka panjang yang menyebabkan penderita mengalami halusinasi, delusi, kebingungan dalam berpikir, dan perubahan perilaku.
Penderita akan kesulitan membedakan antara kenyataan dan pikirannya sendiri. Di seluruh dunia, lebih dari 21 juta orang diperkirakan menderita skizofrenia.
Menurut WHO, penderita skizofrenia berisiko tinggi untuk mati muda dan sering mengalami gangguan kesehatan lainnya seumur hidup.
c. Depresi Berat dengan Gejala Psikotik
Depresi berat atau gangguan depresi mayor adalah kondisi mental yang serius yang memerlukan penanganan khusus dari dokter spesialis.
Gangguan ini dapat mempengaruhi suasana hati, perilaku, serta fungsi fisik seperti nafsu makan dan pola tidur.
Penderita depresi berat sering kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai dan merasa kesulitan untuk menjalani rutinitas harian. Dalam kasus yang parah, penderita dapat mengalami halusinasi atau percaya pada hal-hal yang tidak nyata.
d. Gangguan Waham
Gangguan waham adalah kondisi di mana seseorang memiliki keyakinan yang salah dan tidak realistis, yang tidak bisa diubah meskipun ada bukti yang bertentangan.
Gangguan ini, yang dikenal dengan nama persistent delusional disorder, sering kali tidak disertai perilaku yang mencolok, sehingga penyakit ini sulit dideteksi.
Namun, gangguan waham dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderita, karena keyakinan mereka sering kali tidak sesuai dengan kenyataan.
2. Penyakit Mental Non Psikotik
Selain gangguan psikotik, terdapat juga sejumlah gangguan mental non psikotik yang cukup sering dijumpai dalam berbagai kasus kesehatan mental, seperti:
a. Depresi
Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih mendalam dan ketidakpedulian terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap penting.
Seseorang dapat dikatakan menderita depresi jika merasakan kesedihan yang berlarut-larut selama lebih dari dua minggu, yang disertai dengan perasaan putus asa atau merasa tidak berharga.
Kondisi ini akan memengaruhi produktivitas, interaksi sosial, serta dapat memicu keinginan untuk bunuh diri. Beberapa faktor yang dapat memicu depresi di antaranya adalah:
-Pengalaman traumatis
-Penyakit kronis
-Penggunaan obat tertentu
-Riwayat gangguan mental
-Tekanan batin, seperti masalah keuangan atau masalah dalam rumah tangga
b. Fobia
Fobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu yang biasanya tidak berbahaya. Rasa takut ini bisa muncul ketika menghadapi situasi tertentu, seperti berada di ketinggian atau bertemu dengan hewan tertentu.
Fobia masuk dalam kategori gangguan kecemasan, di mana penderita akan merasakan kecemasan yang berlebihan dalam menghadapi kondisi tersebut. Fobia terbagi menjadi dua jenis: fobia spesifik dan fobia kompleks.
Fobia spesifik biasanya muncul pada masa anak-anak atau remaja terhadap objek, hewan, situasi, atau aktivitas tertentu.
Sementara itu, fobia kompleks berkembang pada masa dewasa, yang sering dikaitkan dengan ketakutan yang membuat seseorang sulit menerima bantuan, seperti rasa takut berbicara di depan umum.
c. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderita merasa harus melakukan tindakan berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan.
Jika tindakan tersebut tidak dilakukan, penderita akan merasakan ketakutan yang intens. Meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa, gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja.
Biasanya, penderita OCD sadar bahwa pikiran tersebut berlebihan, namun mereka merasa tidak bisa menghindari perilaku tersebut. Beberapa faktor yang dapat memicu OCD antara lain:
-Gangguan mental lainnya
-Riwayat keluarga yang juga menderita OCD
-Trauma atau peristiwa traumatis di masa lalu
d. Serangan Panik
Serangan panik terjadi secara tiba-tiba dengan gejala rasa takut atau cemas berlebihan. Kondisi ini sering disertai dengan peningkatan detak jantung, sesak napas, pusing, serta otot yang tegang atau gemetar.
Serangan panik ini biasanya berlangsung beberapa menit atau bisa mencapai setengah jam. Meski begitu, serangan panik akan mereda ketika situasi yang memicunya menjadi lebih tenang.
Jika serangan panik terjadi secara berulang dalam waktu yang lama, kondisi ini disebut dengan gangguan panik.
Setelah serangan panik, penderita sering merasa lemas, kelelahan, dan merasa takut akan terjadinya serangan kembali, yang membuat mereka berusaha menghindari situasi serupa di masa depan.
Tanda-Tanda Gangguan Mental
1. Kesulitan Berkonsentrasi
Individu dengan masalah kesehatan mental sering kali merasa kesulitan dalam hal konsentrasi, memori, dan berpikir logis.
Ketika kondisi ini semakin parah, penderita dapat mengalami halusinasi, paranoid, dan kesulitan membedakan antara kenyataan dan pikiran mereka sendiri.
2. Gangguan Tidur
Gangguan tidur adalah gejala umum pada orang dengan masalah kesehatan mental. Beberapa bentuk gangguan tidur yang sering terjadi termasuk terlalu banyak tidur, tidur yang sangat sedikit, kesulitan tidur, atau sering terbangun di tengah malam.
Jika gangguan ini terus berlangsung, bisa berdampak negatif pada kondisi fisik, seperti tubuh yang lemas, rasa mengantuk yang berlebihan, dan penurunan produktivitas.
3. Perubahan Pola Makan
Perubahan pola makan juga bisa menjadi indikator gangguan mental. Misalnya, perubahan waktu makan, kehilangan nafsu makan, atau bahkan peningkatan nafsu makan yang tidak wajar.
Kehilangan nafsu makan dapat menyebabkan malnutrisi, sementara makan berlebihan dapat berujung pada obesitas.
4. Perubahan Emosi yang Ekstrem
Emosi yang berubah dengan sangat cepat dalam waktu singkat bisa menjadi tanda gangguan kesehatan mental. Ini termasuk merasa bingung, marah, cemas, atau takut berlebihan, terutama jika perubahan ini terjadi secara berulang-ulang.
Contohnya, seseorang yang bangun dengan perasaan bahagia, namun kemudian merasa sangat sedih menjelang siang.
5. Memburuknya Kondisi Fisik
Orang dengan kondisi mental yang buruk sering kali merasakan nyeri tubuh tanpa adanya gangguan fisik yang jelas, yang disebut sebagai psikosomatik.
Meskipun tidak ada perubahan fisik yang tampak, keluhan ini dapat menjadi sangat mengganggu dan memengaruhi kenyamanan mereka.
Cara Menjaga Kesehatan Mental
1. Berlatih Meditasi
Meskipun individu dengan gangguan mental sering merasa tidak produktif, ketidakmampuan untuk fokus bisa membuat mereka kesulitan untuk berdiam diri.
Padahal, berdiam diri dan melakukan meditasi bisa sangat bermanfaat untuk kesehatan mental. Sisihkan beberapa menit setiap hari untuk bermeditasi, tenangkan pikiran, dan terima perasaan yang kamu alami saat itu.
Meditasi bisa juga dikombinasikan dengan praktik spiritual sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Lakukan meditasi secara rutin, meskipun hanya beberapa menit, untuk menjaga kesehatan mental.
2. Menulis di Jurnal
Menulis tangan kini sudah jarang dilakukan, padahal kegiatan ini bisa sangat menenangkan. Menulis jurnal setiap hari bisa membantu meredakan depresi dan memberikan ketenangan batin.
Cobalah menulis tentang perasaan atau peristiwa yang membuat tidak nyaman, seperti sedang berbicara dengan seseorang. Hal ini bisa membantu pikiran menjadi lebih tenang dan bebas, serta menjaga kesehatan mental.
3. Menerapkan Pola Makan Sehat
Pola makan yang sehat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Konsumsi karbohidrat di pagi hari untuk meningkatkan suasana hati yang lebih positif.
Selain itu, makanan yang mengandung protein dapat merangsang zat kimia di otak yang membantu untuk tetap fokus dan waspada. Menjaga keseimbangan asupan lemak juga memberi energi yang cukup dan membantu metabolisme tubuh tetap stabil.
4. Berolahraga Secara Rutin
Manfaat olahraga bagi kesehatan fisik dan mental sudah tidak diragukan lagi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin akan meningkatkan rasa percaya diri, motivasi hidup, dan merangsang otak untuk berpikir lebih positif.
Kamu bisa mulai dengan gerakan sederhana seperti berjalan kaki atau naik turun tangga. Aktivitas fisik ini akan membantu meredakan stres.
5. Memastikan Waktu Istirahat yang Cukup
Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh pola istirahat. Kurang tidur atau waktu istirahat yang tidak teratur dapat menurunkan kondisi mental.
Dengan tidur yang cukup dan terjadwal, kamu akan bangun dengan lebih segar dan suasana hati yang lebih baik. Menjaga pola tidur yang sehat sangat penting untuk memastikan kesehatan mental tetap terjaga.
6. Membangun Komunikasi dengan Keluarga dan Teman
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan orang lain. Membangun hubungan yang baik dan komunikasi yang harmonis dengan teman serta keluarga akan meningkatkan kesehatan mental.
Berbagi pengalaman positif dan mendapatkan dukungan dari orang terdekat akan membantu menjaga kondisi mental tetap sehat. Jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk berkumpul bersama mereka agar hubungan tetap terjalin dengan baik.
Sebagai penutup, dengan menjaga dan merawat kesehatan mental, kita dapat menciptakan hidup yang lebih seimbang dan penuh kebahagiaan. Inilah pentingnya kesehatan mental bagi kesejahteraan kita semua.