Finansial

UEA Tekan Mesir Terima Usulan AS Soal Gaza dengan Imbalan Finansial, Hamas Diminta Angkat Kaki

UEA Tekan Mesir Terima Usulan AS Soal Gaza dengan Imbalan Finansial, Hamas Diminta Angkat Kaki
UEA Tekan Mesir Terima Usulan AS Soal Gaza dengan Imbalan Finansial, Hamas Diminta Angkat Kaki

JAKARTA - Negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel terus mengalami kebuntuan. Sementara itu, laporan terbaru mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) tengah membujuk Mesir untuk menerima proposal Amerika Serikat (AS) terkait penyelesaian konflik Gaza. Dalam usulan tersebut, Hamas diminta meninggalkan Gaza sebagai syarat utama untuk rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang. Sebagai imbalannya, Mesir disebut akan menerima bantuan finansial dalam jumlah besar.

Menurut laporan surat kabar Lebanon, Al-Akhbar, Mesir semula menolak gagasan pemindahan warga Gaza ke negara ketiga selama proses rekonstruksi berlangsung. Namun, upaya lobi dari Washington dan Abu Dhabi dikabarkan semakin intensif dalam beberapa hari terakhir. "Abu Dhabi menjadi penengah antara Washington dan Kairo," demikian tulis laporan tersebut.
 

Tekanan Diplomatik dan Strategi AS
 

Pemerintah AS, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dikabarkan mendukung penuh rencana ini sebagai solusi jangka panjang bagi stabilitas kawasan. Salah satu elemen utama dari strategi ini adalah pengusiran paksa warga dari zona-zona yang dianggap sebagai basis perlawanan Hamas. Israel pun telah memajukan rencana pemindahan warga Gaza ke negara ketiga dengan alasan mengurangi potensi konflik di masa depan.

"Sumber-sumber mengindikasikan bahwa optimisme tumbuh menyusul kemajuan yang dicapai dalam pembicaraan selama beberapa jam terakhir," kata seorang sumber yang terlibat dalam negosiasi, dikutip dari Al-Akhbar.

Mesir sebelumnya menyampaikan keberatannya terhadap usulan pemindahan warga Palestina karena dikhawatirkan dapat memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Namun, dengan adanya tekanan dari AS dan janji bantuan keuangan dari UEA, Mesir dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi tersebut.
 

Sikap Mesir dan Tantangan Rekonstruksi Gaza
 

Mesir sendiri telah menyiapkan rancangan resolusi yang menekankan pembangunan kembali Gaza tanpa harus memindahkan penduduknya. Rencana ini melibatkan berbagai negara Arab dalam proses rekonstruksi guna memastikan stabilitas jangka panjang.

Sumber yang dekat dengan negosiasi menyebutkan bahwa salah satu syarat utama dari proposal ini adalah agar Hamas tidak lagi memegang kendali atas Gaza. "Tidak ada pendanaan internasional yang bersedia membantu rekonstruksi Gaza jika Hamas tetap berkuasa di wilayah tersebut," ujar sumber tersebut.

Di sisi lain, Hamas masih menolak tuntutan ini dan bersikeras mempertahankan posisinya sebagai bagian dari perlawanan terhadap Israel. Konflik ini pun semakin memperumit situasi di Gaza, yang hingga kini masih menghadapi serangan udara dan blokade dari pihak Israel.
 

Dinamika Negosiasi dan Prospek Perdamaian
 

Negosiasi antara Hamas dan Israel terus berlanjut dengan mediasi dari berbagai pihak internasional. Mesir, sebagai tuan rumah perundingan, berusaha mencari solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak.

Namun, dengan meningkatnya tekanan dari AS dan UEA, kemungkinan Mesir akan mengubah sikapnya terhadap proposal tersebut semakin besar. Jika Mesir menyetujui usulan ini, maka peta politik di Gaza dapat mengalami perubahan besar, termasuk kemungkinan pengurangan pengaruh Hamas di wilayah tersebut.

Hingga kini, belum ada keputusan final terkait kesepakatan ini. Namun, pengamat politik Timur Tengah menilai bahwa perkembangan terbaru ini menunjukkan adanya upaya serius dari berbagai pihak untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Langkah ini bisa menjadi titik balik dalam konflik Israel-Palestina, tergantung bagaimana reaksi Hamas dan negara-negara pendukungnya," ujar seorang analis politik Timur Tengah kepada media lokal.

Dengan dinamika yang terus berkembang, dunia internasional kini menunggu bagaimana hasil akhir dari negosiasi ini dan apakah Mesir akan menerima tawaran yang diajukan oleh AS dan UEA. Situasi di Gaza pun masih sangat rentan, dengan jutaan warga sipil yang bergantung pada hasil negosiasi ini untuk masa depan mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index