JAKARTA - Investor asing kembali menunjukkan minat tinggi terhadap saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Transaksi beli bersih (net buy) asing terus berlanjut, menandakan optimisme terhadap sektor keuangan di tengah dinamika pasar.
Berdasarkan data perdagangan, net buy asing di seluruh pasar pada sesi terakhir mencapai Rp 623,6 miliar. Dengan transaksi ini, total penjualan bersih (net sell) asing sejak awal tahun berkurang menjadi Rp 29,9 triliun.
BBRI dan BMRI Jadi Incaran Asing
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi primadona dengan nilai net buy mencapai Rp 343,7 miliar. Selain itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mengalami lonjakan pembelian oleh investor asing dengan nilai net buy sebesar Rp 117,3 miliar.
"Investor asing masih melihat sektor perbankan sebagai sektor yang defensif dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. BBRI dan BMRI menjadi pilihan utama karena fundamentalnya yang kuat," ujar seorang analis pasar modal.
Di sisi lain, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mengalami tekanan jual dari investor asing, mencatatkan net sell sebesar Rp 39,1 miliar. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga terkena aksi jual dengan net sell senilai Rp 30 miliar.
IHSG Menguat di Tengah Net Buy Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan terakhir ditutup menguat 38,26 poin atau naik 0,59% ke level 6.510,6. Penguatan ini menandai tren positif selama tiga hari berturut-turut, menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Sebanyak 359 saham mengalami kenaikan, sementara 230 saham mengalami penurunan, dan 206 saham stagnan. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 11,02 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 14,1 miliar saham yang berpindah tangan dalam 940.802 kali transaksi.
Penguatan IHSG juga didukung oleh sektor properti yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,4%. Sektor keuangan dan perindustrian masing-masing naik 0,5%, sementara sektor energi menguat 0,4% dan sektor barang konsumsi non-primer meningkat 0,2%.
Di sisi lain, sektor teknologi mengalami pelemahan sebesar 1,3%, diikuti oleh sektor infrastruktur yang turun 0,6%.
Optimisme Pasar dan Prospek Saham Perbankan
Tren net buy asing yang masih berlanjut di sektor perbankan menunjukkan bahwa investor global tetap optimis terhadap pertumbuhan industri keuangan Indonesia. Prospek pemulihan ekonomi serta fundamental kuat dari bank-bank besar menjadi daya tarik utama.
"Kami melihat tren ini sebagai indikasi bahwa investor asing tetap percaya pada prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan yang masih memiliki ruang ekspansi yang besar," kata seorang ekonom pasar modal.
Dengan adanya sentimen positif ini, para analis memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk terus menguat dalam beberapa sesi perdagangan ke depan, terutama jika aliran dana asing tetap deras masuk ke pasar saham Indonesia.