Jakarta – Menjelang periode angkutan Lebaran 1446H/2025M, Garuda Indonesia Group melalui dua maskapai penerbangannya, Garuda Indonesia dan Citilink, terus meningkatkan kesiapan operasional guna memastikan kelancaran perjalanan udara bagi masyarakat. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah optimalisasi perawatan armada yang dipercayakan kepada anak usahanya, GMF AeroAsia.
Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan seluruh pesawat dalam kondisi prima dan siap beroperasi dengan standar keselamatan tertinggi.
“Komitmen GMF AeroAsia dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional pesawat Garuda Indonesia Group merupakan prioritas utama kami. Dengan kesiapan penuh dan strategi yang matang, GMF AeroAsia siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama perayaan Idulfitri tahun ini,” ujar Andi, Sabtu 22 Maret 2025.
Perawatan Pesawat Secara Intensif
Lonjakan jumlah penumpang yang diprediksi akan terjadi selama periode Lebaran membuat GMF AeroAsia melakukan serangkaian perawatan intensif terhadap armada Garuda Indonesia dan Citilink. Langkah ini mencakup inspeksi teknis menyeluruh serta evaluasi kesiapan tenaga kerja, peralatan pendukung, dan fasilitas perawatan pesawat di berbagai lokasi strategis seperti Kualanamu, Surabaya, Denpasar, Makassar, serta kota-kota tujuan wisata lainnya yang diproyeksikan mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Menurut Andi, pelaksanaan perawatan yang optimal dapat membantu mengurangi potensi gangguan operasional selama periode puncak angkutan Lebaran. “Dengan demikian, dapat meminimalisir potensi risiko gangguan operasional,” katanya.
1,9 Juta Kursi Disiapkan untuk Musim Lebaran
Di samping kesiapan armada, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Ade R. Susardi, mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia Group telah menyiapkan sekitar 1,9 juta kursi penerbangan untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi udara selama libur Lebaran. Kapasitas tersebut merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
“Jumlah kursi tersebut terdiri dari 1.027.255 kursi yang dilayani melalui sedikitnya 5.710 penerbangan untuk Garuda Indonesia dengan mengoperasikan 61 pesawat,” jelas Ade.
Rincian armada Garuda Indonesia terdiri dari tujuh pesawat wide-body Boeing B777-300ER, 11 pesawat wide-body Airbus A330 Series, dan 43 pesawat narrow-body Boeing B737-800NG. Sementara itu, Citilink mempersiapkan 902.830 kursi yang dilayani melalui sedikitnya 5.196 penerbangan dengan mengoperasikan 31 armada Airbus A320 CEO/NEO dan tiga armada ATR 72-600.
Penambahan Penerbangan Extra Flight
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Garuda Indonesia Group juga menambah 341 penerbangan ekstra, dengan rincian 315 penerbangan untuk Garuda Indonesia dan 26 penerbangan untuk Citilink. Penerbangan tambahan ini difokuskan pada rute-rute dengan tingkat keterisian tinggi guna memastikan masyarakat mendapatkan aksesibilitas penerbangan yang optimal.
Ade menambahkan bahwa kesiapan layanan penerbangan, baik dari sisi safety, kesiapan armada, maupun ketersediaan jumlah kursi, mencerminkan pertumbuhan alat produksi Garuda Indonesia Group setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya permintaan transportasi udara.
Komitmen Memastikan Kelancaran Mudik
Garuda Indonesia Group memahami bahwa periode Idulfitri merupakan momen spesial bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen penuh untuk memastikan kesiapan operasional penerbangan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini.
“Kami memahami bahwa Idulfitri merupakan momen yang telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat maupun berlibur dengan orang terdekat. Karena itu, Garuda Indonesia sebagai national flag carrier bersama anak usahanya, Citilink dan GMF AeroAsia, berkomitmen untuk memastikan kesiapan operasional penerbangan, utamanya untuk mengoptimalkan aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat,” ungkap Ade.
Pada musim Lebaran tahun ini, Garuda Indonesia Group memproyeksikan adanya pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 5-8% dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 28 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 6 April 2025.
Dengan kesiapan maksimal dari sisi perawatan armada, penambahan jumlah kursi, serta peningkatan frekuensi penerbangan, Garuda Indonesia Group optimistis dapat memberikan layanan transportasi udara yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh masyarakat selama periode libur Lebaran 2025.