BISNISINSIGHT.COM — T-Mobile menawarkan Motorola Razr Plus (2026) secara gratis bagi pelanggan yang menambahkan lini baru dengan paket Experience Beyond. Kredit promo senilai USD 1.100 dikucurkan selama 36 bulan, tanpa syarat tukar tambah. Penawaran ini berlaku di tengah persaingan ponsel lipat yang semakin ketat.
Nilai kredit promo yang diberikan setara USD 1.100, dicicil selama 36 bulan. Tidak ada kewajiban menyerahkan ponsel lama sebagai tukar tambah. Bagi yang enggan berlangganan paket premium, T-Mobile tetap menyediakan potongan USD 600 untuk sebagian besar paket reguler.
Spesifikasi Motorola Razr Plus 2026
Motorola Razr Plus (2026) merupakan penyempurnaan dari generasi Razr Plus sebelumnya. Ponsel ini mengusung engsel diperkuat titanium, dua layar AMOLED, dan baterai berkapasitas lebih besar dibanding model 2025.
Dapur pacunya memakai prosesor Snapdragon, dipadukan RAM 12GB. Motorola menjamin pembaruan perangkat lunak selama lima tahun. Harga ritel awalnya USD 1.099,99, lebih murah dari Razr Ultra (2026) maupun Samsung Galaxy Z Flip 8.
Isi Paket Experience Beyond
Paket Experience Beyond menyediakan panggilan, pesan, dan data premium tanpa batas di jaringan 5G T-Mobile. Pelanggan juga mendapat hotspot seluler tanpa batas serta sejumlah benefit internasional.
Paket ini menyertakan opsi upgrade perangkat lebih awal dan langganan streaming Hulu serta Netflix gratis. Tarifnya mulai USD 105 per bulan untuk satu lini. Biaya bulanan bisa ditekan dengan menambah beberapa lini sekaligus dan mengaktifkan AutoPay atau tagihan paperless.
Pesaing di Segmen Ponsel Lipat
Motorola sudah lama memproduksi ponsel flip, meski baru merilis perangkat lipat gaya buku pada Mei 2026. Kesuksesan seri Razr dinilai membuktikan pemahaman Motorola soal mekanisme engsel lipat.
Razr Plus (2026) menyasar pengguna yang menginginkan ponsel flip seimbang: desain ramping, performa gesit, dan kamera mumpuni. Ponsel ini bukan pilihan untuk pengguna yang mencari paket seluler murah atau menginginkan perangkat lipat gaya buku seperti Razr Fold, Z Fold 8, atau iPhone Duo.
Bagi konsumen Indonesia, penawaran ini belum tentu tersedia karena bergantung pada skema operator AS. Namun tren subsidi ponsel lipat lewat paket bundling menunjukkan arah industri yang bisa diadopsi operator lokal.