Pembiayaan SME BSI Tumbuh 20 Persen Capai Rp26,86 Triliun per Juni

Jumat, 11 September 2026 | 05:15:31 WIB
Pengusaha UMKM binaan BSI, Ernasari (kanan) menunjukkan produk Ayam Penyet Bandung (APB) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melaporkan realisasi penyaluran pembiayaan pada segmen small medium enterprise (SME) berhasil mengalami pertumbuhan sebesar 20 persen secara tahunan (year on year/yoy), sehingga sukses menyentuh angka nominal sebesar Rp26,86 triliun terhitung hingga per Juni 2026.

Sementara itu, total keseluruhan portofolio pembiayaan UMKM yang disalurkan oleh BSI per Juni 2026 telah mencapai kisaran Rp55,17 triliun. Saat ini, total keseluruhan jumlah pelaku UMKM yang berada dalam naungan binaan BSI bahkan sudah menjangkau lebih dari 340 ribu orang tersebar di berbagai wilayah penjuru Indonesia.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan resminya di Jakarta, hari Jumat, mengemukakan bahwa sektor UMKM senantiasa diposisikan sebagai salah satu pilar segmen prioritas yang secara konsisten terus didorong kualitas serta kapasitas operasionalnya agar mampu bertindak sebagai motor penggerak utama perekonomian nasional.

"Saat ini kami telah memenuhi rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) UMKM sekitar 33,65 persen dari target yang ditetapkan 30 persen," katanya.

Anggoro lebih lanjut mengungkapkan bahwa konsistensi perseroan dalam membangun dan memperkuat segmen UMKM ini bakal terus dilanjutkan secara berkesinambungan melalui wujud komitmen nyata BSI dalam merangkul serta mendirikan pusat-pusat ekosistem bisnis baru lewat optimalisasi fasilitas BSI UMKM Center, penyelenggaraan pendampingan fasilitasi sertifikasi halal, hingga mengikutsertakan para pelaku usaha dalam berbagai ajang pameran baik di tingkat domestik maupun kancah global.

Di samping itu, pihak perseroan juga terus memperkuat fondasi basis komunitas UMKM di berbagai wilayah strategis, mulai dari tahapan pemetaan kategori bidang usaha, optimalisasi skema pembiayaan, hingga penerapan sistem monitoring pembiayaan yang ketat demi menjamin terciptanya kelangsungan usaha yang berkelanjutan.

Anggoro memaparkan bahwa penerapan digitalisasi layanan perbankan yang dikhususkan bagi para pelaku UMKM terbukti mampu mendongkrak omzet pendapatan usaha secara tidak langsung. Terlebih lagi, transformasi digital sektor UMKM yang difasilitasi lewat platform Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, hingga BYOND by BSI menjadikan para pengusaha lokal semakin adaptif terhadap perkembangan ekosistem ekonomi digital saat ini.

Sektor UMKM beserta jajaran jenama (brand) lokal terbukti secara konsisten memegang peranan krusial yang sangat vital bagi stabilitas perekonomian nasional. Berdasarkan merujuk pada data resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM, kelompok usaha UMKM di Indonesia hingga kini masih tetap menjadi tulang punggung perekonomian dengan tingkat kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang menembus angka lebih dari 60 persen.

Pihak manajemen perseroan menegaskan bahwa pihaknya senantiasa berfokus mengembangkan potensi UMKM agar mempunyai kemampuan mandiri dalam menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru melalui kehadiran brand lokal serta pengembangan sektor industri ekonomi kreatif, yang tentunya turut disokong penuh oleh ekosistem layanan digital perbankan mumpuni yang dihadirkan oleh BSI.

Anggoro menambahkan bahwa pihak perseroan juga tetap memegang komitmen kuat guna menghadirkan ragam solusi produk pembiayaan yang kompetitif, fleksibel, serta senantiasa berpedoman teguh pada prinsip-prinsip syariah, demi membantu para pelaku pengusaha dalam meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jangkauan penetrasi pasar, sekaligus memperkuat struktur permodalan usaha mereka.

"Kami optimis kinerja pembiayaan khususnya di segmen UMKM tumbuh solid seiring dengan sinyal positif peningkatan daya beli masyarakat, stimulus insentif dan kebijakan Pemerintah yang mendorong pertumbuhan industri," kata Anggoro.

Terkini

SGER Tancap Gas Ekspansi ke Bisnis Non-Batu Bara

Jumat, 11 September 2026 | 06:05:31 WIB

PTPP Sepakati MRA Utang Rp18,2 Triliun Bersama Empat Bank

Jumat, 11 September 2026 | 05:59:31 WIB