Penjualan BEV Tembus 83.758 Unit Hingga Juli 2026, Kalahkan LCGC di Pasaran

Rabu, 02 September 2026 | 19:06:00 WIB

BISNISINSIGHT.COM — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pergeseran signifikan struktur pasar otomotif nasional pada tujuh bulan pertama 2026. Kendaraan elektrifikasi tumbuh pesat di hampir semua kategori, sementara mobil konvensional berbasis mesin bakar (ICE) justru terus menyusut volumenya.

Data distribusi wholesale Januari–Juli 2026 menunjukkan penjualan hybrid mencapai 50.138 unit atau naik 42,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan paling ekstrem berasal dari segmen plug-in hybrid (PHEV) yang melonjak 234,7 persen dari 2.088 unit menjadi 6.988 unit.

BEV Tumbuh 88,6 Persen, PHEV Naik Lebih dari Dua Kali Lipat

Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, hampir seluruh kategori elektrifikasi mencatatkan kinerja positif. Berikut rincian penjualan wholesales Januari–Juli 2026 berdasarkan data Gaikindo:

  • BEV: 83.758 unit, tumbuh 88,6 persen
  • Hybrid: 50.138 unit, tumbuh 42,9 persen
  • PHEV: 6.988 unit, tumbuh 234,7 persen

Jika digabung tanpa PHEV, volume BEV dan hybrid saja sudah menembus 133.000 unit. Angka itu belum termasuk kendaraan listrik plug-in yang distribusinya justru tumbuh paling cepat.

LCGC Merosot 16,5 Persen, ICE Non-LCGC Anjlok 41,8 Persen dalam Empat Tahun

Nasib berbeda dialami kendaraan konvensional. Segmen low cost green car (LCGC) yang selama ini diminati karena harga terjangkau dan konsumsi BBM irit turun 16,5 persen menjadi 64.633 unit dari sebelumnya 77.402 unit.

Penurunan lebih drastis terlihat pada data historis mobil ICE di luar LCGC. Volume penjualannya merosot dari 869.153 unit pada 2022 menjadi 729.739 unit pada 2023, lalu 585.729 unit pada 2024, dan kembali turun ke 505.857 unit sepanjang 2025. Artinya, dalam kurun 2022-2025 angka tersebut menyusut sekitar 41,8 persen.

Fakta menariknya, volume BEV pada Januari–Juli 2026 ini sudah melampaui total penjualan LCGC pada periode yang sama—sebuah kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pilihan Baru Konsumen: Efisiensi, Insentif, dan Teknologi

Pergeseran ini tidak otomatis berarti pasar meninggalkan mobil bermesin bensin. Kendaraan ICE masih unggul dari sisi harga awal, infrastruktur pengisian BBM yang tersebar luas, hingga variasi model yang jauh lebih banyak ketimbang kendaraan listrik.

Namun, pertumbuhan tiga teknologi elektrifikasi sekaligus menandakan konsumen mulai mempertimbangkan faktor di luar harga beli. Biaya operasional yang lebih rendah serta insentif dan kemudahan regulasi menjadi daya tarik utama mobil listrik murni. Di sisi lain, hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa ketergantungan penuh pada fasilitas pengisian daya.

PHEV sendiri hadir sebagai jalan tengah: pengalaman berkendara dengan motor listrik tetap bisa dinikmati, sementara mesin pembakaran internal tersedia sebagai cadangan tenaga. Semakin beragamnya pilihan model dan rentang harga membuat elektrifikasi tidak lagi berada di ceruk pasar yang sempit.

Jika tren ini berlanjut, kompetisi industri otomotif nasional ke depan tidak lagi semata soal volume penjualan. Pertarungan akan bergeser ke arah pemenuhan kebutuhan konsumen yang mulai memilah teknologi berdasarkan efisiensi energi dan total biaya kepemilikan.

Terkini