BYD Ekspor 189 Ribu Unit di Agustus, Tumbuh 134 Persen Tapi Target 5,5 Juta Jauh

Rabu, 02 September 2026 | 16:10:00 WIB

BISNISINSIGHT.COM — Data internal yang dirilis Shenzhen, Rabu (2/9/2026), mencatat total penjualan global BYD sejak Januari–Agustus menyentuh sekitar 2,67 juta unit. Angka ini justru turun 6,84 persen dibanding periode sama 2025, padahal ambisi perusahaan menargetkan 5–5,5 juta sampai akhir tahun.

Target Jualan 5–5,5 Juta Unit Masih Jauh

Dengan torehan 2,67 juta unit dalam delapan bulan, BYD wajib menjaga volume konsisten di atas 583 ribu kendaraan per bulan selama empat bulan terakhir. Langkah itu memang tak mustahil, tapi tekanan kompetisi domestik dan sengketa dagang membuat ruang gerak semakin sempit.

Semester pertama tahun ini, operasi internasional sudah menyumbang lebih dari separuh pendapatan grup. Dengan kata lain, nasib pabrikan asal Shenzhen ini kini sangat bergantung pada seberapa jauh ekspansi pasar luar negeri, terutama kawasan yang tengah diincar seperti Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

Ekspor Tumbuh 134 Persen dan Capai Porsi 43 Persen

Agustus menjadi bulan paling eksplosif: BYD mengirim 189.466 unit mobil ke berbagai negara, tumbuh 134,5 persen year-on-year. Jumlah itu setara 43 persen dari total penjualan bulanan, menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap volume ekspor.

Penjualan Bulanan Naik, tapi Total Delapan Bulan Masih Terkoreksi

Penjualan global BYD pada Agustus mencapai 440.293 kendaraan, naik 17,8 persen dibanding Agustus 2025 yang berada di angka 373.626 unit. Secara beruntun juga lebih tinggi dari Juli 2026 yang mencatat 419.211 kendaraan.

  • Penjualan EV penumpang naik 16,7 persen (year-on-year) menjadi 433.384 unit.
  • Mobil listrik baterai laku 256.230 unit dan hybrid 177.154 unit
  • Kendaraan komersial melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi 6.909 unit

Namun lonjakan bulanan belum bisa menutup koreksi akumulasi delapan bulan pertama. Meski tekanan pasar dalam negeri China makin terasa, perusahaan masih menyisakan tiga pilar utama untuk mengejar target: menjaga dominasi EV domestik, mempercepat pengiriman ekspor, dan menahan margin saat kompetisi harga makin ketat.

Kompetisi di Luar China Menguat

Pasar internasional memang tumbuh, tapi bukan tanpa hambatan. Produsen mapan seperti Toyota dan Volkswagen agresif meluncurkan kendaraan listrik dengan rantai pasok yang sudah terbentuk bertahun-tahun. Selain itu, UE berpotensi menerapkan langkah perdagangan baru yang menyasar kendaraan hybrid buatan China, menambah ketidakpastian bagi rencana ekspansi BYD di kawasan tersebut.

Dengan dinamika ini, pertumbuhan ekspor 134 persen perlu dijaga konsistensinya sambil mengantisipasi kebijakan tarif yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Terkini