BISNISINSIGHT.COM — Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa produk ini bukan sekadar inovasi biasa. "Bata Interlock Presisi juga teruji ramah gempa, sehingga sangat cocok diaplikasikan dalam pembangunan rumah di wilayah rawan bencana atau menjadi solusi percepatan pembangunan kembali rumah masyarakat terdampak bencana," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).
Mengapa Bata Ini Lebih Efisien?
Keunggulan utama produk ini terletak pada mekanisme saling mengunci antarbalok. Sistem ini menghilangkan kebutuhan akan proses-proses konstruksi konvensional yang memakan waktu dan biaya, seperti perendaman bata, pemasangan bekisting, hingga penggunaan spesi atau perekat di setiap lapisan.
Dengan kata lain, proses pembangunan menjadi jauh lebih ringkas. Pekerja tidak lagi memerlukan tahap plester dan acian yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu. Hasilnya, waktu pengerjaan proyek bisa ditekan secara signifikan.
Vita menambahkan, kehadiran produk ini di pameran berskala nasional menjadi momentum penting bagi perseroan. "Danantara Housing Expo 2026 menjadi momentum bagi SIG untuk memperluas pemanfaatan Bata Interlock Presisi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, pengembang, kontraktor, dan pemangku kepentingan lainnya," jelasnya.
Lebih dari Sekadar Hemat Biaya
Efisiensi yang ditawarkan tidak hanya berhenti pada aspek finansial dan waktu. Dari sisi desain, bata interlock ini memberikan tampilan modern yang tidak kalah estetik dibandingkan bangunan konvensional yang diplester.
Fungsi bangunan pun ikut meningkat. Material ini diklaim mampu menjaga kenyamanan suhu di dalam ruangan dengan melepaskan panas yang terisolasi. Ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi penghuni di iklim tropis seperti Indonesia, di mana sirkulasi udara dan panas menjadi keluhan umum.
Dengan kombinasi antara ketahanan struktural, kecepatan pengerjaan, dan efisiensi biaya, SIG optimistis inovasi ini bisa diadopsi secara luas. Terutama untuk program pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan upaya rehabilitasi pasca-bencana.
Langkah ini menegaskan posisi SIG tidak hanya sebagai produsen semen, tetapi juga sebagai pemain kunci dalam rantai pasok solusi perumahan nasional yang berkelanjutan.