TNI AU Kirim Bantuan Gempa 33,7 Ton ke NTT Pakai Hercules Serta A400M

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:18:31 WIB
Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana. (Foto: NET)

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menugaskan dua armada udara kargo guna mendistribusikan logistik pascalindu ke beberapa kawasan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Sebanyak 33,7 ton bantuan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere," ungkap Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana lewat siaran pers, di hari Minggu (16/8/2026).

Sokongan ini disalurkan dengan memakai armada udara Airbus A400M serta C-130J Super Hercules.

"Bantuan menuju Labuan Bajo diangkut menggunakan Airbus A400M dengan total berat 20.227 kilogram," tutur I Nyoman.

Di sisi lain, sokongan ke arah Maumere dibawa memakai armada C-130J Super Hercules.

"Sementara itu, bantuan menuju Maumere diangkut menggunakan pesawat C-130J Super Hercules dengan total berat 13.500 kilogram," ucap dia.

Berdasarkan keterangan I Nyoman, rute penerbangan diputuskan supaya logistik bisa lebih lekas sampai di daerah terdampak serta langsung dibagikan untuk warga.

“Pengiriman melalui jalur udara diharapkan dapat mempercepat bantuan tiba di wilayah terdampak, sehingga dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” papar Kadispenau.

Guncangan di Nusa Tenggara Timur diinformasikan sebelumnya, lindu bermagnitudo 7,7 melanda Flores, Nusa Tenggara Timur, di hari Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana merekam terdapat 53 jiwa tewas serta 153 individu cedera dampak tragedi ini sampai hari Minggu (16/8/2026) sore.

Di waktu bersamaan, BMKG mendata terdapat 1.598 lindu lanjutan di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai hari Senin (17/8/2026) pagi jam 07.00 WIB.

Pimpinan BMKG Teuku Faisal Fathani menuturkan, dari ribuan guncangan lanjutan itu, warga NTT merasai 54 rentetan lindu.

"Gempa susulan terus kami pantau. Informasi terakhir ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3, dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa," sebut Teuku di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Teuku memaparkan, pihak BMKG masih bakal senantiasa mengawasi kondisi di kawasan NTT hingga kurun waktu dua sampai tiga pekan ke depan.

Terkini