Rayakan Malam Merdeka, BAKOM Imbau Masyarakat Empati Terhadap Bencana

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:10:31 WIB
Wakil Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi BAKOM Fahd Pahdepie. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) menyerukan kepada publik supaya peringatan Malam Merdeka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI senantiasa dilaksanakan dengan sarat empati serta simpati bagi warga yang sedang terkena musibah di beberapa kawasan.

Wakil Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi BAKOM Fahd Pahdepie menuturkan bahwa ungkapan rasa syukur pada perayaan kemerdekaan harus senantiasa mempedulikan keadaan saudara setanah air yang tengah tertimpa cobaan.

“Pemerintah mengimbau agar perayaan atau ekspresi rasa syukur di malam kesenian bersama itu bisa dilakukan juga dengan penuh empati, terukur, bertenggang rasa kepada teman-teman atau saudara-saudara kami yang sedang mengalami kesulitan,” ucap Fahd saat acara jumpa pers Malam Merdeka di ibu kota, Senin (17/8/2026).

Pihak berwenang sebelumnya mengutarakan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi warga yang terkena imbas musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta beberapa daerah lain, di antaranya Sumatera Utara.

Fahd menyebutkan penguasa sudah menjalankan tindak lanjut semenjak kabar musibah masuk. Presiden Prabowo Subianto pun sudah memerintahkan aparatur negara guna lekas menyalurkan pertolongan serta mengawasi tahapan penanggulangan dan rehabilitasi pada area terdampak.

Pada pihak lain, negara senantiasa menyelenggarakan rentetan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang sudah diagendakan sejak lama. Salah satunya yakni Malam Merdeka yang menyuguhkan beragam aktivitas seni, musik, tata busana, serta pagelaran inovatif.

BAKOM memandang peringatan ini sebagai wujud ungkapan rasa syukur publik terhadap kemerdekaan sekaligus kesempatan guna memamerkan keragaman tradisi serta ketangguhan bangsa Indonesia.

Kendati demikian, peringatan kemerdekaan kali ini diharap bukan cuma sekadar wadah guna bersuka cita, melainkan turut menjadi kesempatan mengokohkan kekompakan serta persaudaraan.

“Sehingga hari kemerdekaan atau ekspresi rasa syukur itu juga bisa menjadi momentum untuk merawat persatuan, menjaga solidaritas, dan membuat suasananya menjadi penuh dengan suasana kekeluargaan, persaudaraan, gotong royong,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, rentetan acara Malam Merdeka turut ditujukan guna mewadahi andil publik dalam menyalurkan sokongan bagi penyintas musibah. Publik yang datang di area Monumen Nasional diharap bisa ikut mendoakan sanak saudara yang terkena cobaan sembari menghimpun kepedulian.

Simak pula: HUT RI, Puan sampaikan duka cita gempa NTT-tekankan keadilan sosial Simak pula: UMY salurkan bantuan korban gempa NTT di sela perayaan HUT ke-81 RI

BAKOM turut sudah mensosialisasikan perkara ini kepada kementerian serta instansi supaya rentetan peringatan kemerdekaan bisa dipakai sebagai momentum guna mengukuhkan persatuan serta solidaritas, termasuk mengumpulkan donasi untuk penduduk terdampak bencana di NTT dan kawasan lainnya.

Di samping pagelaran seni, pawai kendaraan berhias yang turut andil dalam Malam Merdeka juga dikonsep selaku lambang kemajemukan budaya Nusantara.

Pawai ini diharap bisa menampilkan keanekaragaman tradisi Nusantara sembari memupuk kebanggaan serta pandangan positif warga mengenai hari esok negara.

“Di satu sisi kami mengalami atau menghadapi suasana duka, tapi kebahagiaan dan rasa syukur terus harus berlanjut. Itu juga bagian dari tradisi atau ekspresi rasa syukur masyarakat yang pemerintah harus mengakomodasi dengan berbagai upaya terbaik,” tutur Fahd.

Lewat langkah ini, pemerintah menaruh harapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bisa berjalan secara selaras, dengan senantiasa menyajikan ruang untuk publik guna merayakan kemerdekaan sembari memperlihatkan empati, simpati, serta aksi gotong royong bagi mereka yang tengah tertimpa musibah.

Terkini