Pesan Hasan Nasbi di Hari Kemerdekaan: Publik Harus Lepas Dari Medsos

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:44:02 WIB
Penasihat Khusus Presiden Urusan Komunikasi Hasan Nasbi. (Foto: NET)

JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Urusan Komunikasi Hasan Nasbi mengimbau warga meresapi kemerdekaan melalui cara melepaskan akal serta perasaan dari intervensi algoritma di ranah digital.

"Kami kayaknya harus belajar merdeka dari penjajahan algoritma ini," ucap Hasan setelah mengikuti Upacara Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Hasan menuturkan warga mesti membentuk sistem dan rutinitas saat menyerap berita supaya akal budi maupun perasaan tidak gampang diintervensi oleh algoritma jejaring sosial.

Berdasarkan pandangannya, sebuah contohnya tampak pada riuhnya perbincangan di jejaring sosial terkait cuplikan pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung gaji Rp700.000 bagi tugas mengupas bawang.

Hasan memandang atensi khalayak lantas tertuju ke cuplikan ucapan itu ketimbang seluruh isi pidato Presiden.

"Kami pikirkan substansi dari pidato besar Presiden, ya," ujarnya.

Menurut Hasan, warga seyogianya menyimak sebuah pidato maupun berita secara menyeluruh serta tidak sekadar terpusat ke satu atau dua kalimat yang dipenggal lalu menyebar lewat jejaring sosial.

Dia menyebutkan publik harus menyelami inti serta ide yang diutarakan ketimbang gampang terbawa oleh cerita yang beredar akibat cuplikan muatan di ranah digital.

Pada momen itu, Hasan turut membahas penanggulangan lindu di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan penuturannya, Presiden Prabowo sudah memerintahkan aparatur negara agar terjun langsung dan menyalurkan pertolongan bagi warga terdampak semenjak permulaan penanggulangan musibah.

"Hari ini mungkin beberapa menteri masih 'standby' di sana," tuturnya.

Hasan mengungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, dan juga Wakil Menteri Sosial hadir di area terdampak guna menyokong langkah tanggap darurat beserta pemulihan.

Terkini