Perkuat Bisnis Karet, PTPN III Patok Target Produksi Premium 70 Persen

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:31:02 WIB
Di tengah dinamika pasar komoditas global, sektor industri karet berhadapan dengan tantangan mempertahankan tingkat profitabilitas. (Foto: NET)

JAKARTA — Di tengah dinamika pasar komoditas global, sektor industri karet berhadapan dengan tantangan mempertahankan tingkat profitabilitas. 

Keadaan ini memicu para produsen untuk tidak sekadar mengejar kuantitas produksi, melainkan juga mendongkrak nilai tambah produk serta efisiensi manajemen kebun.

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III merancang langkah strategis guna memperkokoh bisnis karet. Induk usaha Perkebunan Nusantara tersebut membidik porsi hasil produksi bahan baku karet bermutu tinggi hingga 70% sekaligus menata ulang lebih dari 87.000 hektare kebun karet produktif.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III, Rizal H. Damanik menyampaikan, pembaruan bisnis karet tidak lagi memadai jika cuma bertumpu pada lonjakan kuantitas produksi. 

Keunggulan bersaing perusahaan pun dipengaruhi oleh keahlian mengelola aset biologis secara berkelanjutan serta menciptakan produk dengan nilai tambah yang lebih besar.

"Kami mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi harian menjadi pengelolaan biological asset yang sehat. Sehingga mampu memberikan produktivitas optimal, keuntungan yang berkelanjutan, serta memperkuat daya saing PTPN Group di pasar global," ujar Rizal dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Demi mendongkrak harga jual, PTPN Group bakal memperluas proporsi hasil produksi bahan baku cair kelas premium. Seperti lateks pekat serta lembaran karet bermutu tinggi, hingga menyentuh angka 70%. 

Langkah tersebut diterapkan guna menaikkan nilai jual produk sembari memperkokoh posisi perseroan di kancah internasional dan mempertahankan keuntungan bisnis karet.

Dari aspek perkebunan, PTPN Group mengarahkan penataan serta pengelompokan pada lebih dari 87.000 hektare lahan karet produktif berlandaskan karakter dan potensi tiap-tiap area. Areal kebun bertingkat hasil tinggi bakal dijadikan patokan praktik manajemen. 

Sedangkan kebun yang sudah mendekati akhir masa produktif akan dimaksimalkan potensi ekonominya sebelum dialihkan ke program peremajaan.

Perseroan turut mengaplikasikan prinsip diagnosis before decision dalam merumuskan kebijakan teknis di areal perkebunan. Skema sistem penyadapan hingga pemanfaatan stimulansia bakal dijalankan merujuk pada analisis kebugaran tanaman, kondisi lahan, dan kalkulasi efisiensi anggaran. 

Metode ini ditujukan guna memelihara kesehatan tanaman, memperpanjang usia produktif kebun, serta menjaga konsistensi produktivitas jangka panjang.

PTPN Group juga bakal mengoptimalkan penggunaan riset dan data pada manajemen perkebunan. Alih wujud bisnis karet ini menjadi bagian integral dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PTPN III rentang 2025–2029. 

Perseroan pun mendorong pengaplikasian precision farming, penguatan riset serta inovasi, hilirisasi produk komoditas, hingga penjalinan kemitraan bersama para petani.

Terkini