Penjualan Lahan Industri SSIA Melambat Akibat Geopolitik Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:11:31 WIB
PT Surya Semesta Internusa Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melaporkan bahwa realisasi penjualan pemasaran lahan industri mengalami koreksi perlambatan selama paruh pertama tahun 2026 sebagai dampak langsung dari ketegangan geopolitik internasional.

Pimpinan Hubungan Investor serta Komunikasi Korporat SSIA, Erlin Budiman, menerangkan bahwa gejolak geopolitik, utamanya di kawasan Timur Tengah, mendorong sikap waspada dari para investor internasional yang berujung pada penundaan realisasi investasi penanaman modal asing.

"Perlambatan penjualan pada Semester I/2026 dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan perusahaan-perusahaan global menunda keputusan investasi langsung asing," ujar Erlin Budiman dalam keterbukaan informasi, Rabu (5/8/2026).

Pihak manajemen SSIA membeberkan bahwa anak usahanya, PT Suryacipta Swadaya, hanya mencatatkan penjualan pemasaran lahan industri seluas 9,4 hektare dengan nominal pencapaian sebesar Rp195,9 miliar sepanjang semester pertama tahun ini.

Walaupun perolehan penjualan pemasarannya mengalami pelemahan, lini bisnis properti SSIA secara menyeluruh tetap sanggup membukukan lonjakan pendapatan pengakuan akuntansi hingga 274,1% secara tahunan menjadi Rp1,26 triliun.

Pencapaian positif pada sektor pendapatan akuntansi tersebut ditopang oleh transaksi seluas 64,7 hektare senilai Rp1,07 triliun yang berasal dari dua proyek kawasan industri utama perseroan, yakni Subang Smartpolitan serta Suryacipta City of Industry Karawang.

"Hingga Semester I 2026, backlog penjualan lahan SCS tercatat sebesar Rp84,3 miliar, yang mewakili penjualan lahan seluas 4,1 hektare," pungkas Erlin.

Di sisi lain, merujuk pada catatan informasi yang ada, kawasan industri yang memiliki afiliasi dengan Grup Djarum ini mematok target penjualan pemasaran lahan industri seluas 135 hektare dalam sepanjang tahun 2026.

Erlin Budiman menargetkan volume penjualan lahan lewat skema pemasaran pada tahun ini mampu melesat tumbuh sebesar 188% apabila dibandingkan dengan realisasi capaian tahun 2025 yang hanya mencakup 46,8 hektare lahan.

Terkini